Pencarian

LIV Golf Resmi Likuidasi, Masa Depan DeChambeau dan Mickelson Jadi Tanda Tanya

Jumat, 06 November 2026 • 20:22:31 WIB
LIV Golf Resmi Likuidasi, Masa Depan DeChambeau dan Mickelson Jadi Tanda Tanya
LIV Golf resmi memasuki proses likuidasi setelah gagal mendapatkan pendanaan baru.

KALIMANTAN UTARA — LIV Golf memastikan diri bubar setelah gagal mendapat pendanaan baru, dengan operasional liga kini memasuki proses likuidasi menyeluruh. Keputusan itu menutup lima tahun upaya menggoyang dominasi PGA Tour, meninggalkan sejumlah nama besar seperti Bryson DeChambeau dan Phil Mickelson tanpa kejelasan karier.

Langkah wind-down atau penutupan operasional secara bertahap diumumkan setelah LIV Golf tidak mampu meyakinkan investor untuk menyuntik modal lanjutan. Sebelumnya, dana kekayaan Saudi Public Investment Fund (PIF) menarik dukungan sejak April, memicu keruntuhan finansial yang berujung pada pengajuan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 pada September.

Harapan sempat muncul ketika firma investasi BC Partners mengajukan proposal pendanaan sekitar 300 juta dolar AS untuk menghidupkan LIV 2.0. Namun rencana penyelamatan itu buyar di tengah gelombang hengkangnya pemain, dan dana yang dijanjikan ikut ditarik.

Enam Miliar Pounds Uang Saudi yang Menguap

Sejak masuk pada 2021, LIV Golf dikenal sebagai liga yang membayar pemain dengan angka fantastis. Sky Sports News mencatat sekitar 6 miliar pounds dana Saudi telah dialirkan ke liga selama empat tahun terakhir.

Sejumlah pengamat menilai suntikan dana raksasa itu tidak diimbangi hasil di sisi bisnis. "Mereka datang dengan niat mengubah wajah golf profesional putra. Enam miliar pounds uang Saudi telah dipompa ke dalamnya selama empat tahun terakhir dan sebagian besar menguap," kata reporter Sky Sports News, Jamie Weir.

Paul McGinley: Fondasi Bisnisnya Sejak Awal Salah

Mantan kapten Ryder Cup Eropa, Paul McGinley, menilai kegagalan LIV Golf bukan semata soal pendanaan, melainkan model bisnis yang cacat sejak awal. Dia menyoroti ide menghadirkan format tim di cabang olahraga individual seperti golf.

"Saya pikir itu dibangun di atas fondasi yang buruk, menurut saya itu masalah utamanya," ujar McGinley dalam wawancara dengan RTÉ's Morning Ireland.

McGinley menambahkan bahwa LIV terlalu percaya diri menantang kekuatan korporasi Amerika yang menjadi tulang punggung PGA Tour. "Mereka bertarung langsung dengan korporasi Amerika, yang merupakan tulang punggung PGA Tour, dan keluar sebagai pihak yang kalah," katanya.

Nasib Bryson DeChambeau Masih Samar

DeChambeau nyaris bungkam selama krisis finansial LIV Golf bergulir. Pada Mei, juara dua kali US Open itu sempat menyatakan akan fokus ke kanal YouTube-nya jika liga gagal, ketimbang kembali ke PGA Tour.

Belakangan beredar kabar bahwa DeChambeau bisa mendapat keistimewaan untuk tampil di DP World Tour. Eks pemain Sky Sports, Dame Laura Davies, berharap hal itu terwujud. "Suka atau tidak suka, Anda tidak bisa berhenti menontonnya. Bryson berbeda, dan DP World Tour bisa menambahkan aset besar ke arsenal mereka," ujarnya.

Phil Mickelson dan Pertanyaan Terbesar yang Belum Terjawab

Mickelson adalah rekrutan paling bergengsi LIV Golf di masa awal. Keputusan pegolf berusia 56 tahun itu bergabung pada 2022 menjadi sinyal kuat bahwa liga baru ini serius mengganggu tatanan golf dunia.

Empat tahun berselang, masa depannya justru menjadi salah satu tanda tanya terbesar. Prestasi terbaiknya sudah jauh di belakang, dan hingga kini Mickelson belum memberi sinyal soal rencana berikutnya, termasuk hubungannya dengan PGA Tour yang sempat retak.

Apa yang Terjadi pada Pemain yang Belum Hengkang

Sejumlah pemain dilaporkan sudah lebih dulu mencari jalan keluar dan kembali ke ekosistem DP World Tour maupun PGA Tour. McGinley menyebut keputusan itu murni soal uang.

"Mereka mengisi kantong dengan uang dan sudah cukup menghasilkan, sekarang ada kesempatan untuk kembali, bergabung dengan ekosistem lagi, kembali ke DP World Tour bersama PGA Tour, dan melangkah maju," kata McGinley kepada Sky Sports.

Bagi LIV Golf sendiri, jalur likuidasi dipilih ketimbang memaksakan menggelar musim berikutnya. Liga yang lima tahun lalu digadang-gadang sebagai penantang serius PGA Tour itu kini tinggal menyisakan pertanyaan soal siapa yang akan menanggung sisa kewajiban finansialnya.

Follow www.kabartarakan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: skysports.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks