KALIMANTAN UTARA — Océane Hurtré menjadi salah satu pencetak gol terbanyak Women's Super League dengan enam gol dari delapan laga bersama Birmingham City. Penyerang 22 tahun asal Prancis itu disebut punya kualitas umpan silang yang mengingatkan pada legenda Inggris, David Beckham.
Catatan enam gol di Liga Inggris putri itu menempatkan Hurtré setara di posisi kedua daftar top skor, hanya terpaut dari Khadija Shaw. Tambahan dua assist membuatnya jadi ancaman utama lini depan Birmingham, tim promosi yang musim ini tampil di kasta tertinggi.
Kepada media Inggris, Hurtré disebut-sebut punya kemampuan mengirim bola yang mengingatkan pada Beckham. Mantan pelatihnya di Paris Saint-Germain, Olivier Echouafni, menilai hal itu lahir dari kualitas kaki kirinya yang istimewa.
Debut di Usia 16 Tahun Bersama PSG
Echouafni memberi Hurtré debut profesional saat usianya baru 16 tahun di musim 2020-21, musim ketika PSG merebut gelar liga Prancis. Momen itu jadi satu-satunya kali Lyon gagal finis di puncak dalam 20 tahun terakhir.
"Dia mendengarkan semua yang dikatakan pelatih, sangat perhatian, sangat fokus," kata Echouafni. "Dia seperti matahari, karena ketika Anda berbicara dengannya, ada cahaya besar. Dia selalu cukup terampil, memindahkan bola dengan cepat untuk menarik lawan, punya tembakan bagus, dan mengirim umpan silang berkualitas."
Echouafni juga mengingat aksi defensif Hurtré pada penampilan liga keduanya, melawan Paris FC pada Mei 2021. Masuk menggantikan Ashley Lawrence dua menit sebelum bubaran, Hurtré menyapu bola di garis gawang dan mencegah gol penyama kedudukan.
"Itu aksi yang sangat penting karena seminggu kemudian, PSG menjuarai liga," ujarnya.
Dipinjamkan Dua Kali demi Menit Bermain
Bersama PSG, Hurtré sempat satu tim dengan Formiga yang berusia 42 tahun. Demi menambah pengalaman, PSG meminjamkannya ke Dijon pada 2022 dan ke Bordeaux pada musim 2023-24. Cedera sempat membatasi menit bermainnya di kedua klub itu.
Manajer umum tim putri Dijon periode 2022-2026, Sylvain Carric, menyebut dua alasan utama merekrutnya. "Pertama tentu kualitas kaki kirinya, luar biasa, dia bisa menempatkan bola persis di mana yang dia mau. Kedua, keserbagunaannya. Dia bisa bermain sebagai bek kiri, winger, atau nomor 8," kata Carric.
Carric menilai keputusan Hurtré meninggalkan bangku cadangan PSG demi menit bermain di Dijon menunjukkan kecerdasan. "Dia meninggalkan kesan fantastis. Pemain yang sangat baik dan rekan setim yang luar biasa, selalu tersenyum," ujarnya.
Pindah ke Birmingham dan Naik Kasta
Hurtré mengambil risiko bergabung dengan Birmingham di kasta kedua pada musim panas 2025. Langkah itu berbuah: Birmingham promosi, dan Hurtré mencetak gol ke gawang klub-klub besar seperti Arsenal, Brighton, dan Manchester City.
Pelatih kepala Birmingham, Amy Merricks, mengaku bangga dengan perkembangan pemainnya. "Saya tidak akan membagikan detailnya, tapi jika saya ceritakan kondisi dia saat pertama datang, orang tidak akan percaya dengan perubahan yang terjadi," kata Merricks.
"Dia belajar bahasa Inggris, itu langkah besar. Semua orang melihat kerja kerasnya di lapangan, tapi kami beruntung bisa melihat kerja kerasnya di luar lapangan, dan itu benar-benar berdampak," tambahnya.
Debut Bersama Timnas Prancis dan Gelar Pemain Terbaik
Pada September lalu, Hurtré mencatatkan debut bersama timnas senior Prancis dengan torehan satu gol dan satu assist. Penampilan impresifnya di awal musim juga diganjar penghargaan pemain terbaik WSL bulan September.
Penulis sepak bola putri majalah Prancis footofeminin, Sylvain Jamet, mengamati perkembangan Hurtré sejak Piala Dunia Putri U-20 di Kosta Rika. Menurutnya, kecepatan Hurtré meningkat jauh setelah bergabung dengan Birmingham.
Birmingham selanjutnya akan berusaha menjaga momentum Hurtré di tengah jadwal WSL yang padat. Kontribusi gol dan assist-nya menjadi modal penting bagi tim promosi untuk bertahan di kasta tertinggi.