Pencarian

Pemprov Kaltara Pastikan SMA Garuda Unggul Bulungan Mulai Beroperasi 16 Juli 2026, Target Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

Minggu, 12 Juli 2026 • 16:02:02 WIB
Pemprov Kaltara Pastikan SMA Garuda Unggul Bulungan Mulai Beroperasi 16 Juli 2026, Target Jadi Penggerak Ekonomi Lokal
Pemprov Kaltara memastikan SMA Unggul Garuda Bulungan mulai beroperasi pada 16 Juli 2026.

TANJUNG SELOR — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) memastikan SMA Unggul Garuda Bulungan akan memulai tahun ajaran baru pada 16 Juli 2026. Sekolah berasrama program nasional bertaraf internasional ini ditargetkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan unggulan, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar melalui pemberdayaan UMKM dan tenaga kerja lokal.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, menyebut sejumlah persiapan terus dimatangkan jelang hari pertama sekolah. Sementara pembangunan fisik di Bulungan ditargetkan rampung pada Januari 2026, kegiatan belajar mengajar untuk sementara akan dipusatkan di Konawe Selatan.

Baru Tujuh Siswa Putra di Gelombang Pertama

Denny mengungkapkan, pada gelombang perdana ini baru ada tujuh siswa putra asal Kalimantan Utara yang akan mengikuti proses pembelajaran. Jumlah tersebut masih jauh dari kapasitas sekolah yang direncanakan.

Selain peserta didik, kebutuhan tenaga pengajar juga menjadi perhatian. Saat ini masih terdapat kekurangan sekitar delapan formasi guru. Pemprov Kaltara berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memenuhi formasi tersebut.

Insentif Guru Harus Lebih Kompetitif dari ASN

Dalam audiensi dengan perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) di Ruang Rapat Sekprov, Kabupaten Bulungan, Jumat (10/7/2026), Denny menegaskan pentingnya skema insentif yang menarik bagi tenaga pendidik.

“Kita diskusikan formula yang tepat. Jangan sampai yang ditawarkan lebih rendah dari yang diterima ASN saat ini. Minimal sama, bahkan lebih baik agar menjadi daya tarik bagi guru yang ingin mengajar di SMA Unggul Garuda,” ujarnya.

Batik Kaltara dan Singal Wajib Jadi Identitas Sekolah

Sesuai arahan Gubernur Kaltara, SMA Unggul Garuda Bulungan akan mengusung identitas lokal. Sekolah mewajibkan penggunaan ornamen khas daerah seperti Batik motif Kaltara dan penutup kepala tradisional Singal sebagai bagian dari penguatan karakter dan budaya lokal.

Laundry hingga Guest House Harus Libatkan Warga Lokal

Denny menekankan bahwa efek berganda (multiplier effect) dari kehadiran sekolah harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia menyebut, tenaga kerja non-akademik seperti petugas kebersihan, sekuriti, hingga layanan laundry wajib memberdayakan warga sekitar.

“Saya sudah sampaikan langsung kepada Bu Euline, untuk tenaga kerja seperti petugas kebersihan, sekuriti hingga layanan laundry, semuanya harus memberdayakan masyarakat lokal. Kami ingin masyarakat Kaltara ikut merasakan manfaat dari kehadiran sekolah ini,” tegasnya.

Potensi Ekonomi dari Orang Tua Siswa dan Wisuda

Konsep boarding school dinilai akan menghadirkan aktivitas ekonomi baru. Setiap tahun, kunjungan orang tua saat penerimaan peserta didik maupun wisuda diprediksi meningkatkan kebutuhan penginapan, transportasi, kuliner, hingga produk dan jasa lokal di sekitar kawasan sekolah.

Melihat potensi itu, Pemprov Kaltara berencana melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan pelaku UMKM. Rencananya, akan ada penyediaan guest house, fasilitas pendukung, serta ruang promosi bagi produk-produk lokal.

“Ini merupakan peluang bisnis yang sangat baik dan akan memberikan dampak ekonomi nyata bagi Kalimantan Utara. Ke depan akan kita diskusikan lebih lanjut, termasuk keterlibatan BUMD. Yang terpenting, kehadiran SMA Unggul Garuda harus membawa manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” urainya.

Bagikan
Sumber: lingkar.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks