KALIMANTAN UTARA — Bank Danamon Indonesia tidak hanya menjadi peserta dalam pameran bisnis lintas negara tersebut. Chief Strategy Officer Danamon Reza Iskandar Sardjono menandatangani Letter of Intent (LoI) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital, Bank of Ayudhya (Krungsri), Krungsri Finnovate, dan MUFG Innovation Partners. Langkah ini memperkuat jaringan konektivitas antara ekosistem rintisan Indonesia dengan Jepang.
MUIP Garuda Fund Targetkan Pendanaan untuk 90 Startup
Dana ventura korporasi MUIP Garuda Fund menjadi senjata utama Danamon dalam menjembatani startup lokal dengan investor global. Reza menjelaskan, dana tersebut berfokus pada sektor teknologi dan financial technology (fintech).
"Melalui sinergi dengan MUFG Global Network, kami ingin menghadirkan akses yang lebih luas bagi startup Indonesia untuk bertemu dengan investor dan korporasi global," kata Reza dalam keterangan resmi yang diterima di Surabaya, Sabtu.
Lebih dari 500 Sesi Business Matching Digelar
Japan-ASEAN Startup Business Matching Fair 2026 memfasilitasi lebih dari 500 sesi pertemuan bisnis. Acara ini melibatkan 90 startup dari enam negara, termasuk Indonesia, serta 140 perusahaan dan investor global. Selain business matching, peserta mengikuti sesi pitching, pameran, dan diskusi panel tentang tren regional dan investasi.
Reza menegaskan Danamon akan terus berperan sebagai penghubung bagi startup Indonesia agar dapat mengakses peluang global dan meningkatkan daya saing di pasar internasional. "Kami percaya bahwa kolaborasi lintas negara adalah kunci untuk menumbuhkan ekosistem startup yang berkelanjutan," tuturnya.
Apa Arti Dana Ventura Ini bagi Startup Lokal
Kehadiran MUIP Garuda Fund membuka peluang pendanaan yang lebih besar bagi startup tahap awal hingga menengah di Indonesia. Dengan nilai komitmen 100 juta dolar AS, startup tidak hanya mendapatkan suntikan modal tetapi juga akses ke jaringan korporasi dan investor di Jepang dan Asia Tenggara. Bagi pelaku bisnis di sektor teknologi dan fintech, kolaborasi ini menjadi sinyal positif bahwa minat investor global terhadap pasar Indonesia masih tinggi.