TARAKAN — Direktur Perumda Tirta Alam Tarakan Iwan Setiawan menyebut curah hujan yang rendah membuat pengisian embung tidak berjalan optimal. Kondisi itu memukul ketersediaan air baku yang selama ini menopang produksi air bersih perusahaan daerah tersebut.
Sistem Tarakan sebenarnya ditopang enam IPA. Selain tiga yang terdampak, ada IPA Juata Laut, IPA Bengawan, dan IPA Indulung yang masih beroperasi normal dan kini menjadi penopang utama distribusi.
Embung dan Sungai Persemaian Tak Lagi Bisa Dipakai
Tekanan paling berat terjadi di kawasan Persemaian. Embung dan Sungai Persemaian sudah tidak dapat dimanfaatkan sebagai sumber air baku.
Masalah serupa muncul di Bendungan Binalatung. Muka air turun hingga minus 174 sentimeter, membuat suplai dari bendungan itu merosot tajam.
Dalam kondisi normal, Binalatung memasok sekitar 180 liter per detik. Kini kapasitasnya hanya berkisar 60 liter per detik.
"Penurunan sumber air baku tentu berpengaruh terhadap kapasitas produksi. Karena itu, kami harus mengatur kembali pemanfaatan sumber air yang masih tersedia agar pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan," jelas Iwan, Sabtu (31/10).
Lima Sumber Alternatif Masih Aman
Perumda Tirta Alam belum kehabisan opsi. Embung Rawasari, Sungai Sesanip, Embung Indulung, Embung Bengawan, dan Sungai Semunti dilaporkan masih dalam kondisi relatif aman untuk memasok kebutuhan air baku.
Kelima sumber itu kini dioptimalkan untuk menjaga produksi tetap berjalan. Perusahaan juga mengoperasikan pompa cadangan di Embung Indulung guna membantu pasokan air menuju IPA Kampung Satu.
"Di Tarakan juga terdampak karena curah hujan rendah membuat pengisian embung tidak optimal. Namun pelayanan air bersih masih bisa kami pertahankan," kata Iwan.
Pelanggan Diminta Hemat Air
Meski pelayanan diklaim tetap berjalan, penurunan kapasitas di tiga IPA membuat ruang gerak Perumda Tirta Alam menyempit. Ketergantungan pada lima sumber alternatif menuntut pengaturan ulang pola pemanfaatan air setiap hari.
Iwan memastikan distribusi ke pelanggan belum terganggu sejauh ini. Perumda Tirta Alam akan terus memantau kondisi embung dan sungai hingga curah hujan kembali normal.