MALINAU — Pemerintah Kabupaten Malinau resmi menuntaskan seluruh rangkaian MTQ ke-22 yang berlangsung selama sepekan terakhir. Ajang tahunan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga panggung seleksi bagi para qari dan qariah terbaik di Bumi Intimung.
Persiapan Jadi Tuan Rumah MTQ Provinsi 2026
Perhelatan kali ini memiliki bobot lebih dari sekadar rutinitas tahunan. Malinau ditunjuk sebagai tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Utara yang dijadwalkan bergulir pada Juni 2026. Artinya, kompetisi kabupaten ini menjadi simulasi sekaligus tolok ukur kesiapan daerah.
“Kami menghaturkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bupati, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah atas segala dukungan moril maupun materil yang telah diberikan,” ujar Ketua LPTQ Kabupaten Malinau, Kamran Daik, Minggu (10/5).
Kolaborasi LPTQ dan IPQAH Jadi Kunci Pembinaan
Untuk menjaga konsistensi prestasi, Pemkab Malinau mengoptimalkan peran organisasi keagamaan. Ikatan Persaudaraan Qari dan Qariah (IPQAH) didorong untuk memperkuat pembinaan para pemenang agar kualitas bacaan dan hafalan tetap terjaga sesuai standar kompetisi tingkat provinsi.
Kamran menambahkan, sesuai arahan Bupati Malinau selaku Pembina LPTQ, pendampingan akan dilakukan secara berkelanjutan. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh juara mendapatkan pelatihan intensif sebelum berlaga di level yang lebih tinggi.
Antusiasme Peserta dan Ragam Cabang Lomba
MTQ ke-22 kali ini diikuti dengan antusiasme tinggi oleh para peserta dari berbagai kecamatan. Lomba yang digelar mencakup tilawah, tahfiz, hingga penulisan karya tulis ilmiah Al-Quran. Keberagaman cabang ini dinilai mampu menjaring talenta tidak hanya di bidang seni baca, tetapi juga akademik keislaman.
Sinergi antara lembaga keagamaan dan eksekutif disebut menjadi pilar utama kelancaran seluruh rangkaian acara. Dukungan moril dan materil dari pimpinan daerah menjadi faktor krusial di balik suksesnya gelaran tahun ini.
Target Prestasi di Tingkat Provinsi
Target besar telah dicanangkan agar para duta Malinau mampu menorehkan prestasi gemilang saat bertanding di MTQ Provinsi Kalimantan Utara. Marwah daerah harus dijaga, terutama karena Malinau akan bertindak sebagai tuan rumah.
Pembinaan berkelanjutan dinilai menjadi kunci agar para kafilah tidak hanya unggul di kandang sendiri, tetapi juga kompetitif ketika berhadapan dengan wakil dari kabupaten dan kota lain di Kalimantan Utara.