Pencarian

Nelayan di Bulungan Tewas Tersetrum Alat Ikan, Anak 10 Tahun Jadi Saksi

Senin, 11 Mei 2026 • 14:31:39 WIB
Nelayan di Bulungan Tewas Tersetrum Alat Ikan, Anak 10 Tahun Jadi Saksi
Nelayan Ismail ditemukan meninggal di perahu akibat tersetrum alat ikan di Sungai Tuan, Bulungan.

TANJUNG SELOR — Peristiwa tragis terjadi di perairan Sungai Tuan, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Seorang nelayan bernama Ismail (45), warga Teluk Selimau, Tanjung Selor Timur, ditemukan meninggal dunia di atas perahunya pada Senin (11/5/2026) pagi.

Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto melalui Kasi Humas Aipda Hadi mengonfirmasi kejadian tersebut. Berdasarkan laporan yang diterima, korban pertama kali ditemukan oleh anak kandungnya sendiri, AS (10), yang saat itu ikut menemaninya mencari ikan.

Anak Korban Terbangun, Sang Ayah Sudah Terlentang

Peristiwa bermula sekitar pukul 05.50 WITA. Saat itu, AS terbangun dari tidurnya di bagian belakang perahu dan mendapati ayahnya dalam posisi terlentang di pinggir perahu. Kaki korban tersangkut pada kabel setrum ikan, sementara kepalanya masuk ke dalam air.

"Melihat kondisi ayahnya, saksi yang merupakan anak korban langsung mencabut capitan kabel setrum yang terhubung ke aki. Namun, saat dipanggil, korban sudah tidak memberikan respons. Karena perahu hanyut terbawa arus ke tengah sungai, saksi kemudian berteriak meminta pertolongan," ujar Aipda Hadi.

Pemancing di Lokasi Bantu Tarik Perahu ke Pinggir

Teriakan bocah itu terdengar oleh Martina Liang (40), seorang pemancing yang berada di sekitar lokasi. Bersama rekan-rekannya, Martina segera menghampiri dan membantu menarik perahu korban ke pinggir sungai sebelum menghubungi pihak kepolisian untuk evakuasi.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi-saksi, polisi menduga kuat korban meninggal akibat tersetrum alat pencari ikan yang digunakannya sendiri. "Ada indikasi korban terkena aliran listrik dari alat setrum ikan miliknya, sehingga terjatuh dan tersangkut di pinggir perahu. Posisi kepala yang masuk ke air mengakibatkan korban kesulitan bernapas hingga akhirnya meninggal dunia," jelas Hadi.

Keluarga Tolak Autopsi, Anggap Musibah

Pihak keluarga menyebutkan bahwa almarhum memiliki riwayat penyakit lambung. Polisi tidak menutup kemungkinan penyakit tersebut kambuh secara tiba-tiba yang menyebabkan korban pingsan lalu terjatuh hingga kakinya tersangkut kabel setrum yang masih aktif.

Pihak Sat Reskrim Polresta Bulungan telah melakukan langkah-langkah kepolisian sesuai prosedur. Namun, pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kejadian tersebut sebagai musibah. "Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi dan sudah menandatangani berita acara penyerahan jenazah serta surat pernyataan penolakan proses hukum lebih lanjut. Barang bukti berupa aki dan kabel setrum juga telah diamankan oleh pihak keluarga," tutup Kasi Humas.

Saat ini jenazah telah dibawa ke rumah duka di Teluk Selimau untuk proses pemakaman. Pihak kepolisian kembali menghimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas di sungai, terutama dalam penggunaan alat-alat yang memiliki risiko tinggi. (**)

Bagikan
Sumber: fokusborneo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks