TANJUNG SELOR — Di tengah menjamurnya kafe di Tanjung Selor, Bulungan, Synonyms Coffee (Syno I) di Jalan Sabanar Lama menghadirkan warna baru. Kafe ini tak hanya menyajikan kopi, tetapi juga membuka studio keramik bernama Lima Keramika. Pengunjung bisa memesan minuman, lalu duduk dan membentuk tanah liat menjadi cangkir, mangkuk, atau karya lain.
Inspirasi dari Blackpink Saat Pandemi
Vivy Rorimpandey, pengelola kafe sekaligus pemilik studio, mengaku ide ini sudah lama ia simpan. Saat pandemi Covid-19, ia menghabiskan waktu di rumah dan kerap menonton berbagai tayangan. Salah satu cuplikan yang menarik perhatiannya adalah saat Rose dan Jisoo, anggota grup K-Pop Blackpink, berkunjung ke sebuah studio pottery.
"Usaha ini sebenarnya terinspirasi dari Blackpink. Waktu pandemi saya bosan karena hanya menghabiskan waktu di rumah sambil menonton. Lalu saya melihat Rose dan Jisoo sedang bermain di studio pottery. Dari situ saya berpikir, lucu juga kalau ada tempat seperti ini, akhirnya sekarang bisa terwujud," ujarnya, Ahad (12/7/2026).
Bukan Sekadar Tren, Ada Misi Kurangi Plastik
Vivy menegaskan, pembukaan studio keramik ini bukan semata mengikuti tren. Ia memiliki tujuan jangka panjang: mengurangi penggunaan plastik, terutama di lingkungan usahanya sendiri. Sebagai pengelola Synonyms Coffee, ia mulai mengganti perlengkapan berbahan plastik dengan keramik buatan sendiri.
"Motivasinya memang ingin mengurangi sampah plastik. Karena kami juga mengelola coffee shop, jadi pelan-pelan penggunaan plastik kami kurangi dan diganti menggunakan keramik," kata Vivy.
Langkah kecil itu perlahan berkembang. Kini, studio keramik yang semula hanya untuk kebutuhan internal kafe dibuka untuk masyarakat umum. Pengunjung bisa belajar memutar roda keramik, membentuk tanah liat, hingga membawa pulang hasil karyanya.
Hiburan Baru Anak Muda di Tanjung Selor
Aktivitas membuat keramik dinilai memberikan suasana yang lebih santai ketimbang sekadar duduk minum kopi. Pengunjung bisa melatih kreativitas sambil menikmati waktu luang. Bagi Vivy, ini menjadi pilihan hiburan baru di Tanjung Selor yang selama ini didominasi kafe konvensional.
Vivy berharap semakin banyak anak muda di Bulungan yang berani menghadirkan ide-ide baru melalui dunia usaha. Menurutnya, kegagalan bukanlah alasan untuk berhenti mencoba.
"Saya juga bagian dari Gen Z. Jadi jangan ragu memulai usaha. Kalau ada kesempatan, coba dulu. Kalau gagal, itu bukan akhir. Justru bisa menjadi langkah awal menuju kesuksesan," tutupnya.