Pencarian

Bupati Malinau Wempi W. Mawa Hadiri Festival Iraw Tengkayu XV di Tarakan, Apresiasi Pelestarian Budaya Tidung

Senin, 06 Juli 2026 • 16:57:31 WIB
Bupati Malinau Wempi W. Mawa Hadiri Festival Iraw Tengkayu XV di Tarakan, Apresiasi Pelestarian Budaya Tidung
Bupati Malinau Wempi W. Mawa hadir dalam puncak Festival Iraw Tengkayu XV di Tarakan.

TARAKAN — Bupati Malinau Wempi W. Mawa untuk pertama kalinya hadir dalam puncak Festival Iraw Tengkayu XV yang digelar di Kawasan Wisata Ratu Intan, Pantai Amal, Tarakan. Selama ini, dirinya selalu berhalangan karena jadwal festival di Malinau kerap bertepatan dengan pelaksanaan Iraw Tengkayu di Tarakan.

"Sebenarnya bukan pertama yah, tapi selama ini Pemkab Malinau selalu hadir. Tapi saya sendiri baru berkesempatan langsung hadir pada Iraw Tengkayu yang ke-15 ini," kata Wempi, Minggu (5/7).

Festival Iraw Tengkayu tahun ini digelar pada Juli, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang biasanya berlangsung pada Oktober. Perubahan jadwal tersebut tidak mengurangi kemeriahan dan kekhidmatan acara yang sudah masuk dalam agenda nasional Kementerian Pariwisata.

Wajah Budaya Tidung di Kalimantan Utara

Wempi menekankan bahwa festival budaya seperti Iraw Tengkayu adalah cerminan identitas masyarakat setempat. Ia menyebut bahwa tradisi suku Tidung di Tarakan tidak jauh berbeda dengan masyarakat Tidung yang ada di Kabupaten Malinau.

"Jadi bagaimana wajah kota Tarakan ini menjaga kearifan lokalnya. Dengan adat-istiadat tradisi yang saya pikir tidak berbeda dengan masyarakat Tidung juga yang ada di Kabupaten Malinau," ujarnya.

Bupati Malinau itu juga menyampaikan apresiasi atas seluruh atraksi dan tampilan yang dihadirkan dalam festival ke-15 ini. Ia memberikan selamat kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tarakan beserta seluruh jajaran masyarakat Kota Tarakan, khususnya warga Tidung.

Prosesi Padaw Tuju Dulung Jadi Puncak Acara

Puncak acara Festival Iraw Tengkayu XV ditandai dengan prosesi penurunan Padaw Tuju Dulung ke laut. Padaw Tuju Dulung merupakan perahu khas suku Tidung Pesisir yang di dalamnya terdapat bangunan menyerupai rumah berisi sesaji yang kemudian diarung ke tengah laut.

Prosesi ini menjadi simbol penghormatan terhadap leluhur dan tradisi maritim masyarakat Tidung yang telah diwariskan secara turun-temurun. Festival Iraw Tengkayu sendiri telah berlangsung sejak 15 tahun lalu dan kini menjadi salah satu agenda budaya unggulan di Kalimantan Utara.

Bagikan
Sumber: kaltara.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks