Pencarian

Pemprov Kaltara Raih Insentif Rp3 Miliar Usai Tekan Angka Pengangguran

Rabu, 06 Mei 2026 • 17:47:01 WIB
Pemprov Kaltara Raih Insentif Rp3 Miliar Usai Tekan Angka Pengangguran
Gubernur Kaltara menerima penghargaan insentif fiskal Rp3 miliar atas penurunan angka pengangguran.

BALIKPAPAN — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) mengantongi dana insentif fiskal sebesar Rp3 miliar atas keberhasilan mengendalikan tingkat pengangguran. Apresiasi ini diberikan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 yang menempatkan Kaltara sebagai provinsi dengan performa terbaik di regional Kalimantan.

Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menerima langsung penghargaan tersebut dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. Seremoni penyerahan berlangsung di Platinum Hotel & Convention Hall Balikpapan pada Selasa (5/5/2026), yang dihadiri oleh pimpinan daerah dari seluruh penjuru Kalimantan.

Strategi BLK: Siapkan Tenaga Kerja Lokal Masuk Dunia Industri

Gubernur Zainal A. Paliwang mengungkapkan bahwa keberhasilan menekan angka pengangguran ini merupakan buah dari strategi penguatan sumber daya manusia. Pemprov Kaltara saat ini tengah gencar melakukan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di wilayah tersebut.

"Kami ingin memastikan tenaga kerja lokal memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar," ujar Zainal usai menerima penghargaan.

Langkah konkret melalui BLK ini bertujuan agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton di tengah masifnya proyek industri yang masuk ke Kaltara. Fokus utama pemerintah adalah menyiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan spesifik sehingga siap pakai dan mampu bersaing di sektor-sektor produktif.

Evaluasi Kinerja 24 Pemerintah Daerah se-Kalimantan

Kegiatan yang diinisiasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Tempo Media ini melibatkan 24 pemerintah daerah di wilayah Kalimantan. Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah indikator krusial, mulai dari penanganan kemiskinan, pengendalian inflasi, hingga percepatan penurunan stunting dan inovasi pembiayaan pembangunan.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan instrumen evaluasi efektivitas program daerah. Hasil pembangunan harus dirasakan secara nyata oleh masyarakat melalui solusi-solusi inovatif yang dihadirkan oleh kepala daerah.

“Kompetisi ini diharapkan memacu daerah untuk terus meningkatkan kinerja dan menghadirkan solusi nyata,” kata Tito.

Capaian Kaltara dalam menurunkan pengangguran ini sekaligus memberikan sinyal positif bagi iklim investasi di provinsi termuda Indonesia tersebut. Dengan ketersediaan tenaga kerja yang terlatih dan dukungan fiskal dari pemerintah pusat, Kaltara optimis mampu menjaga keberlanjutan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara jangka panjang.

Bagikan
Sumber: swaraborneo.co.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks