MALINAU — Kebakaran yang menghanguskan seluruh isi bangunan kios bermula menjelang tengah malam, tepatnya Kamis (29/10/2026) pukul 23.42 WITA. Warga di sekitar lokasi awalnya menyadari munculnya titik api yang cepat membesar dari dalam area kios.
Masyarakat setempat sempat berupaya memadamkan api secara swadaya dengan alat seadanya. Upaya itu gagal membendung kobaran api karena banyaknya tumpukan barang dagangan berbahan kain dan sembako yang mudah tersulut.
Laporan darurat warga masuk ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Malinau pada pukul 23.42 WITA. Tim langsung bergerak dan tiba di titik kebakaran empat menit kemudian, pukul 23.46 WITA.
Kadis Damkar Malinau melalui Kabid Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana, Rury Ahmad Sururie, memaparkan rincian pengerahan kekuatan di lapangan.
"Guna mencegah api merembet ke permukiman warga di sekitarnya, sebanyak 36 personel gabungan dari Sektor Induk, Sektor Utara, dan Sektor Barat langsung diterjunkan ke lokasi," tutur Rury.
Pengerahan personel didukung total enam unit kendaraan operasional. Rinciannya, tiga unit mobil tembak, satu unit mobil rescue, satu unit mobil komando bermesin portabel, serta satu unit mobil suplai air.
Petugas melakukan pemadaman dan pendinginan secara intensif di lokasi. Operasi di lapangan dinyatakan tuntas sepenuhnya pada pukul 00.20 WITA, Jumat dini hari.
Penyebab awal kebakaran masih dalam penelusuran. Damkar menduga kuat insiden bersumber dari gangguan pada instalasi kelistrikan bangunan kios.
"Dugaan sementara dipicu korsleting listrik. Tetapi untuk kepastian penyebabnya masih memerlukan penyelidikan lebih mendalam oleh pihak kepolisian," jelas Rury.
Pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa maupun laporan warga yang mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut. Seluruh bangunan kios dilaporkan hangus.
Kalkulasi total kerugian material yang dialami pemilik kios masih dalam proses penghitungan. Aparat desa bersama instansi terkait disebut tengah mendata nilai kerugian.
Penanganan darurat di lokasi turut dikawal langsung oleh Camat Malinau Barat, perangkat desa, Ketua RT, unsur TNI-Polri, serta teknisi PLN.