TNI AU Kerahkan 11 Pesawat Angkut untuk Operasi Karhutla, Hercules hingga A-400M Distribusikan Bahan OMC

Penulis: Boyke Sihombing  •  Jumat, 30 Oktober 2026 | 05:16:31 WIB
Pesawat angkut TNI AU bersiap mendukung operasi modifikasi cuaca untuk penanganan karhutla.

JAKARTA — Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Feri Yunaldi menyebut 11 pesawat angkut dikerahkan untuk mengantar logistik berupa dry ice dan natrium klorida (NaCl) guna kebutuhan operasi modifikasi cuaca (OMC) ke beberapa daerah. Rinciannya, lima CASA 212, dua C-130H Hercules, dan satu CN-295 mendukung penyemaian bahan OMC.

Dua C-130J-30 Super Hercules diterbangkan untuk mendistribusikan bahan semai dari Lanud Halim Perdanakusuma menuju Lanud Sjamsudin Noor, Banjarmasin, dan Lanud Sri Mulyono Herlambang. Adapun pesawat A-400M dikerahkan mengirim cold storage container ke wilayah operasi.

Perintah Presiden dan Hasil Positif di Sejumlah Daerah

Feri menjelaskan pengerahan pesawat angkut sudah berjalan sejak beberapa hari lalu. Operasi itu merespons perintah Presiden Prabowo Subianto yang meminta pengerahan pesawat Hercules untuk penanganan karhutla.

Menurut Feri, upaya tersebut menunjukkan hasil positif. Beberapa daerah wilayah karhutla mulai terjadi hujan berkat OMC yang dilakukan menggunakan pesawat angkut TNI AU.

"Pesawat yang dikerahkan terdiri dari lima CASA 212, dua C-130H Hercules, dan satu CN-295 yang mendukung penyemaian bahan OMC. Sementara itu, dua C-130J-30 Super Hercules digunakan untuk mendistribusikan bahan semai dari Lanud Halim Perdanakusuma menuju Lanud Sjamsudin Noor, Banjarmasin, dan Lanud Sri Mulyono Herlambang," kata Feri.

Pesawat Siaga untuk Operasi Militer Selain Perang

Feri menegaskan pihaknya akan selalu menyiagakan pesawat angkut untuk kebutuhan negara, termasuk operasi militer selain perang (OMSP) seperti penanganan karhutla. Dengan kontribusi TNI AU, ia berharap pemerintah semakin terbantu menangani bencana karhutla.

Pengiriman bahan semai lewat jalur udara itu melengkapi rangkaian OMC yang selama ini menjadi andalan pemerintah menurunkan hujan buatan di wilayah rawan terbakar. Sejumlah pangkalan udara di Kalimantan menjadi titik transit distribusi logistik sebelum diterbangkan ke area operasi.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: kaltara.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top