TARAKAN — Rahmawati menyoroti anggapan yang masih beredar di kalangan anak muda bahwa aktivitas memotret tidak bisa mendatangkan uang. Menurutnya, persepsi itu perlu diluruskan lewat ruang pelatihan dan pendampingan yang konkret.
"Selama ini kan mereka mikir kalau foto-foto itu tidak bisa mendatangkan uang. Padahal, kalau kita gali, kalau kita berinovasi, berimprovisasi, bisa menjadi sebuah karya yang bisa mendatangkan uang," ujarnya dalam kegiatan tersebut.
Anggota legislator pusat itu menjelaskan, pengembangan ekonomi kreatif bertumpu pada talenta, inovasi, dan ilmu yang dimiliki setiap individu. Generasi muda perlu mendapat ruang untuk menggali kemampuan mereka sekaligus memahami cara mengubah kreativitas menjadi kegiatan produktif.
Kegiatan bincang kreatif di Tarakan itu menyasar generasi muda, mahasiswa, dan anggota Karang Taruna. Peserta diharapkan mampu melihat fotografi tidak sekadar sebagai hobi, tetapi sebagai karya yang memiliki nilai jual apabila dikembangkan melalui inovasi dan kreativitas.
Rahmawati menilai antusiasme peserta mengikuti pelatihan cukup tinggi. Ia berharap semangat itu tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi berlanjut menjadi keberanian untuk mencoba dan mengembangkan usaha berdasarkan keterampilan yang dimiliki.
Kalimantan Utara, menurut Rahmawati, mempunyai peluang besar dalam pengembangan ekonomi kreatif. Selain fotografi, potensi tersebut mencakup subsektor film, kebudayaan, tarian, kuliner, dan berbagai karya lain yang dapat dikembangkan sesuai kemampuan serta karakteristik daerah.
Ia menekankan pentingnya menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini. Anak muda tidak hanya dibekali keterampilan, tetapi juga kemampuan mengelola potensi tersebut menjadi usaha yang berkelanjutan.
Rahmawati mengingatkan agar generasi muda tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja atau bergantung pada kesempatan bekerja di perusahaan maupun pemerintah. Kreativitas yang dikembangkan secara serius dapat menjadi jalan membangun usaha sendiri dan membuka peluang kerja bagi orang lain.
Ia mencontohkan, anak muda yang telah membangun usaha dapat mengajak teman-temannya berkolaborasi. Manfaat ekonomi pun tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri, tetapi juga lingkungan sekitarnya.
"Mereka bisa menciptakan lapangan sendiri, bisa mengambil teman-teman mereka untuk berkolaborasi bekerja di situ," ungkapnya.
Harapan serupa disampaikan Rahmawati untuk keberlanjutan program. "Harapan saya, mudah-mudahan nanti kita lihat bahwa menciptakan lapangan pekerjaan itu datangnya dari anak-anak muda," terangnya.