Lapas Nunukan Fasilitasi 51 Warga Binaan Raih Ijazah Lewat PKBM LaNuka

Penulis: Cecep Sudrajat  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 14:56:38 WIB
warga binaan Lapas Nunukan mengikuti pendidikan formal melalui PKBM LaNuka.

NUNUKAN — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan memperkuat program pembinaan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui jalur pendidikan formal. Sebanyak 51 warga binaan tercatat mengikuti proses pembelajaran yang dikelola oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) LaNuka pada Selasa (5/5/2026).

Langkah ini diambil untuk memenuhi hak dasar warga negara dalam memperoleh pendidikan, meski mereka sedang menjalani masa pidana. Para peserta didik dibagi ke dalam kelompok belajar yang setara dengan jenjang SD (Paket A), SMP (Paket B), dan SMA (Paket C).

Bekal Ijazah: Lebih dari Sekadar Surat Bebas

Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan, Donny Setiawan, menegaskan bahwa pengelolaan PKBM LaNuka dilakukan secara profesional dan bukan sekadar kegiatan formalitas untuk mengisi waktu luang. Ia menekankan pentingnya output nyata berupa dokumen kelulusan resmi bagi para warga binaan.

“Kami sangat serius mengelola PKBM ini. Seluruh program pendidikan dan pelatihan terbaik kami hadirkan bagi warga belajar. Kegiatan ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi bekal nyata bagi warga binaan,” ungkap Donny.

Pihak Lapas berharap, ijazah yang diperoleh selama di dalam tahanan dapat menjadi modal sosial saat mereka bebas nanti. Donny menginginkan para WBP memiliki nilai tawar lebih di dunia kerja atau saat ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Kami berupaya agar hak pendidikan bagi warga binaan benar-benar terpenuhi. Mudah-mudahan warga binaan dapat mengikuti pembelajaran dengan sungguh-sungguh sehingga materi yang diberikan bisa dipahami dengan baik,” tambahnya.

Dukungan Fasilitas dan Tenaga Tutor

Pelaksanaan teknis pembelajaran di lapangan didukung penuh oleh manajemen PKBM LaNuka. Ketua PKBM LaNuka, Eko Novyanto, menyatakan komitmennya untuk menyediakan sarana pendukung yang memadai guna menjamin kualitas belajar mengajar di balik jeruji besi.

“Pembelajaran ini akan terus kami laksanakan. Kami selaku pengurus PKBM LaNuka akan terus mendukung dari sisi fasilitas, baik penyediaan tutor maupun sarana pendukung lainnya, sehingga warga binaan tetap dapat memperoleh pendidikan terbaik meski sedang menjalani masa pidana di dalam lapas,” ujar Eko.

Eko menyebutkan bahwa antusiasme warga binaan cukup tinggi. Hal ini terlihat dari konsistensi kehadiran mereka dalam jadwal belajar yang telah ditetapkan oleh pengelola PKBM dan pihak Lapas.

Harapan Baru bagi Warga Binaan

Bagi para narapidana, program ini menjadi kesempatan kedua yang tidak ingin mereka sia-siakan. Banyak dari mereka yang sebelumnya putus sekolah karena kendala ekonomi maupun masalah hukum yang menjerat.

Edo, salah seorang peserta didik di jenjang Paket C, mengaku bersyukur masih bisa mengejar ketertinggalan pendidikannya meskipun ruang geraknya terbatas sebagai warga binaan.

“Saya senang bisa belajar di sini. Walaupun sedang berada di dalam lapas, kami tetap diberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan,” kata Edo singkat.

Hingga saat ini, monitoring terus dilakukan oleh pihak Lapas Nunukan untuk memastikan efektivitas program. Keberadaan PKBM di dalam Lapas diharapkan menjadi role model pembinaan kepribadian yang mampu mengubah pola pikir dan masa depan warga binaan di Kalimantan Utara.

Reporter: Cecep Sudrajat
Back to top