TANJUNG SELOR — Keceriaan menyelimuti Halaman Barak Dalmas Markas Komando Polda Kalimantan Utara saat puluhan siswa SDIT Nurul Hikmah hadir pagi tadi. Kedatangan mereka disambut oleh jajaran Direktorat Samapta (Ditsamapta) dalam rangkaian program Polisi Sahabat Anak atau Polsanak yang dimulai tepat pukul 09.00 WITA.
Iptu Ishak Pangela, S.E. dan Ipda Wisnu Krida Bayu Pamungkas memimpin langsung jalannya edukasi lapangan ini. Para siswa tidak hanya diajak berkeliling, tetapi juga melihat dari dekat operasional harian personel Ditsamapta yang selama ini jarang diketahui publik secara mendalam.
Ditsamapta Polda Kaltara memamerkan berbagai perangkat pendukung tugas kepolisian di lapangan. Siswa diberikan penjelasan mengenai fungsi peralatan Pengendalian Massa (Dalmas) serta alat khusus pemadam kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menjadi salah satu atensi utama di wilayah Kalimantan.
Selain peralatan teknis, kendaraan dinas operasional juga menjadi magnet bagi para siswa. Pihak kepolisian mengemas pengenalan ini melalui simulasi humanis agar anak-anak merasa nyaman dan tidak merasa takut terhadap sosok petugas berseragam.
Atraksi Unit Satwa (K9) menjadi sesi yang paling menarik perhatian. Demonstrasi kemampuan anjing pelacak dalam membantu tugas kepolisian diperagakan dengan standar keamanan ketat. Sesi ini memperlihatkan sisi protektif sekaligus kedekatan antara personel kepolisian dengan satwa pendukungnya dalam menjaga keamanan wilayah.
Iptu Ishak Pangela menegaskan bahwa Polsanak merupakan investasi jangka panjang Polri dalam membangun hubungan baik dengan masyarakat. Target utamanya adalah mengubah persepsi publik terhadap polisi yang selama ini sering dianggap menakutkan oleh anak-anak.
"Kami ingin menghapus stigma bahwa polisi itu menakutkan. Melalui Polsanak, kami ingin anak-anak melihat polisi sebagai sahabat, pelindung, dan teladan dalam kedisiplinan serta kepatuhan berlalu lintas," ujar Iptu Ishak Pangela.
Penyuluhan mengenai keselamatan diri dan tata tertib berlalu lintas juga disampaikan secara ringan oleh Bripda Aprialdy, Bripda Ratchkumar Florentino, dan Bripda Andi Muhammad Khalil Gibran. Mereka menggunakan pendekatan bahasa yang sederhana agar pesan mengenai kepatuhan hukum mudah diserap oleh siswa sekolah dasar.
Melalui kolaborasi antara SDIT Nurul Hikmah dan Polda Kaltara ini, para siswa diharapkan membawa pulang motivasi baru. Selain kedisiplinan, program ini ditujukan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air serta membentuk karakter warga negara yang taat hukum di masa depan.