TARAKAN — Nelayan dan operator kapal di Kalimantan Utara diminta meningkatkan kewaspadaan setelah BMKG Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan mendeteksi potensi gelombang tinggi dalam tiga hari ke depan. Berdasarkan analisis terkini, tinggi gelombang di sejumlah perairan diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.
Tiga Wilayah Perairan yang Perlu Diwaspadai
Potensi gelombang kategori sedang tersebut diprakirakan terjadi di tiga titik utama. Yakni Perairan Tanjung Selor, Perairan Tarakan, serta Perairan Nunukan–Sebatik.
Kondisi ini dipicu oleh pola angin yang bergerak dari arah barat hingga selatan dengan kecepatan berkisar 6 hingga 25 knot. Kecepatan angin tertinggi diprakirakan terjadi di Perairan Tanjung Selor.
Ambang Batas Risiko untuk Kapal Kecil dan Tongkang
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan, Sulam Khilmi, merinci ambang batas risiko bagi jenis kapal tertentu. Perahu nelayan disebut berisiko apabila kecepatan angin mencapai atau melebihi 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter.
Sementara itu, kapal tongkang menghadapi risiko ketika kecepatan angin mencapai atau melebihi 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter. “Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko keselamatan bagi sejumlah jenis kapal,” ujar Sulam dalam keterangan resminya.
Imbauan agar Aktivitas Laut Ditunda jika Cuaca Buruk
BMKG mengingatkan agar nelayan dan operator kapal tidak memaksakan diri berlayar. Pengguna transportasi laut diminta memastikan perlengkapan keselamatan tersedia dan digunakan saat beraktivitas.
“Kami mengimbau nelayan, operator kapal, dan seluruh pengguna transportasi laut agar selalu memperbarui informasi cuaca dari BMKG sebelum berlayar,” tegas Sulam. Ia menambahkan, jika kondisi cuaca tidak memungkinkan, sebaiknya aktivitas di laut ditunda demi keselamatan.