KALIMANTAN UTARA — Keputusan wasit yang mengusir Balogun dari lapangan memang menjadi momen krusial dalam laga tersebut. Namun, bagi Pochettino, menyalahkan satu pemain atas kegagalan seluruh tim adalah langkah yang keliru dan tidak adil.
Pochettino: Tim Bermain Sebelas Lawan Sepuluh Bukan Alasan
"Saya tidak akan pernah membiarkan satu insiden menjadi kambing hitam. Kami kalah sebagai sebuah tim, bukan karena Folarin," tegas Pochettino dalam konferensi pers usai pertandingan, dikutip dari laporan yang diterima redaksi.
Menurut pelatih berusia 52 tahun itu, performa Amerika Serikat sudah menurun jauh sebelum kartu merah terjadi. Ia menyoroti inkonsistensi permainan yang sudah terlihat sejak babak pertama.
Masalah Taktik Lebih Menonjol Ketimbang Kartu Merah
Pochettino justru lebih menyoroti kegagalan timnya dalam membaca ritme pertandingan. "Kami kehilangan banyak duel satu lawan satu di lini tengah. Itu yang membuat lawan leluasa mengontrol permainan. Kartu merah hanya memperparah situasi yang sudah buruk," ujarnya.
Pelatih yang pernah menukangi Tottenham Hotspur dan Paris Saint-Germain itu juga mengakui bahwa keputusan taktiknya sendiri patut dipertanyakan. Ia menilai perubahan formasi di menit-menit awal babak kedua justru membuat pertahanan tim semakin rentan.
Kegagalan Ini Jadi Bahan Evaluasi Total
Kekalahan ini membuat langkah Amerika Serikat di Piala Dunia 2026 terhenti lebih awal dari yang ditargetkan. Pochettino menegaskan bahwa timnya harus melakukan evaluasi besar-besaran, bukan sekadar mencari siapa yang salah dalam satu momen tertentu.
"Kami akan duduk bersama, menganalisis setiap detail. Kartu merah adalah bagian dari sepak bola. Yang penting adalah bagaimana kami bangkit dari ini," pungkasnya.