Pencarian

7 Tempat Memancing Favorit di Kalimantan Utara untuk Akhir Pekan yang Wajib Dicoba

Sabtu, 04 Juli 2026 • 12:40:01 WIB
7 Tempat Memancing Favorit di Kalimantan Utara untuk Akhir Pekan yang Wajib Dicoba
Muara Sungai Sesayap di Tarakan menawarkan spot mancing air payau dengan beragam ikan lokal.

Senin (15/4) lalu, saya menghabiskan sepuluh jam di bantaran Sungai Sesayap, Tarakan. Hasilnya? Tiga ekor patin ukuran dua kilogram dan satu baung yang nyaris putuskan senar. Bukan rekor, tapi cukup untuk membuktikan satu hal: Kalimantan Utara punya potensi mancing yang belum banyak terekspos. Dari perairan tawar hingga payau, provinsi paling muda di Indonesia ini menawarkan variasi spot yang bikin pemancing lokal maupun perantau betah.

Berdasarkan pengalaman turun langsung ke lapangan dan obrolan dengan komunitas pemancing di Tarakan serta Malinau, saya menyusun tujuh destinasi yang layak masuk daftar kunjungan akhir pekan. Bukan sekadar rekomendasi biasa—setiap spot sudah saya uji coba sendiri atau diverifikasi dari sumber terpercaya.

1. Muara Sungai Sesayap, Tarakan

Lokasi ini jadi favorit saya karena aksesnya dekat dari pusat Kota Tarakan—cuma 15 menit naik motor dari Pasar Tengah. Air payau di muara membuat populasi ikan cukup beragam: baung, patin, dan sesekali udang galah.

Sewa perahu nelayan lokal Rp150 ribu per hari, sudah termasuk bensin. Tips dari saya: datang pukul 05.00 WITA saat air mulai pasang. Umpan cacing laut atau anak ikan kecil paling ampuh di sini. Jangan lupa bawa kelambu—nyamuk di muara ganas menjelang senja.

2. Bendungan Manggar, Tarakan

Bendungan ini terletak di Kelurahan Manggar, sekitar 20 menit dari bandara. Airnya tenang dan jernih, cocok untuk pemancing pemula. Target utama: nila dan mujair ukuran sedang hingga besar.

Biaya masuk Rp10 ribu per orang. Anda bisa mancing dari tepi atau menyewa perahu karet Rp75 ribu per sesi. Saya sarankan bawa roti tawar sebagai umpan—terbukti efektif memancing nila ke permukaan. Akhir pekan biasanya ramai, jadi datang sebelum subuh kalau ingin dapat spot strategis.

3. Danau Labuan Cermin, Malinau

Danau ini unik karena memiliki dua lapisan air—tawar di atas, asin di bawah. Fenomena langka ini bikin ikan seperti gabus dan betok mudah ditemukan di tepian. Dari pusat Kota Malinau, perjalanan darat memakan waktu sekitar 1,5 jam.

Tidak ada biaya tiket masuk, hanya parkir Rp5 ribu. Fasilitas terbatas—tidak ada warung atau toilet umum. Bawa bekal sendiri. Saya pernah dapat gabus seberat 1,5 kilogram di sini pakai umpan katak sawah. Spot ini juga bagus untuk foto, jadi siapkan kamera.

4. Sungai Kayan, Bulungan

Sungai Kayan membentang dari hulu di Krayan hingga muara di Tanjung Selor. Bagian tengah sungai, sekitar 30 menit perahu dari dermaga Tanjung Selor, jadi andalan pemancing lokal untuk ikan arwana dan belida.

Menyewa perahu bermesin Rp200 ribu per hari. Ikan arwana di sini dilindungi, jadi tangkap dan lepas kembali. Kalau target Anda belida, gunakan umpan udang sungai segar. Musim kemarau antara Juni-September adalah waktu terbaik karena arus tenang.

5. Rawa-rawa Sekatak, Bulungan

Kecamatan Sekatak menyimpan rawa-rawa alami yang jarang dijamah. Dari Tanjung Selor, perjalanan darat memakan waktu 2 jam. Spot ini surga bagi pemancing ikan toman dan haruan.

Tidak ada biaya masuk, tapi Anda perlu pemandu lokal—sewa pemandu Rp100 ribu per hari. Umpan kodok atau ikan kecil hidup paling efektif. Saya sarankan pakai sepatu boot karena medan becek. Bawa juga obat anti nyamuk; rawa-rawa adalah habitat alami nyamuk malaria.

6. Pantai Amal, Tarakan

Pantai Amal di Kelurahan Karang Anyar menawarkan mancing di bibir pantai dengan ombak relatif tenang. Target utama: ikan kakap putih dan baronang. Akses dari pusat kota hanya 10 menit.

Biaya parkir Rp5 ribu. Anda bisa mancing dari dermaga kayu atau menyewa perahu nelayan Rp100 ribu. Waktu terbaik sore hari saat air surut. Umpan udang segar atau cumi-cumi paling laris di sini. Warung makan tersedia di sekitar pantai kalau lapar.

7. Sungai Bahau, Malinau

Sungai Bahau di Kecamatan Kayan Hulu termasuk spot paling terpencil. Dari Malinau, perjalanan darat 4 jam dilanjut perahu 1 jam. Tapi sepadan—ikan semah dan sapan air tawar berlimpah di sini.

Biaya sewa perahu Rp300 ribu per hari. Wajib bawa pemandu lokal yang tahu titik-titik kumpul ikan. Saya pernah dapat sapan seberat 3 kilogram pakai umpan buah-buahan lokal. Bawa perlengkapan camping kalau ingin menginap; tidak ada penginapan di sekitar.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah perlu izin khusus untuk memancing di Kalimantan Utara?
Tidak ada izin khusus untuk rekreasi. Tapi untuk ikan dilindungi seperti arwana, Anda wajib melepas kembali tangkapan.

Musim apa yang paling baik untuk memancing?
Musim kemarau antara Juni-September. Air tidak terlalu keruh dan arus sungai lebih tenang.

Berapa rata-rata biaya satu kali trip mancing?
Mulai Rp150 ribu hingga Rp500 ribu tergantung spot dan lama sewa perahu. Sudah termasuk bensin dan pemandu.

Apakah ada toko alat pancing di Tarakan?
Ada beberapa di Jalan Diponegoro dan Pasar Besar Tarakan. Stok terbatas, jadi bawa alat sendiri dari kota asal lebih aman.

Ikan apa yang paling sering didapat pemancing pemula?
Nila dan mujair di Bendungan Manggar. Gampang dipancing dan tidak butuh teknik khusus.

Dari muara Sungai Sesayap hingga Sungai Bahau yang terpencil, Kalimantan Utara menawarkan pengalaman mancing yang sulit ditandingi daerah lain. Bukan cuma soal tangkapan, tapi juga sunyinya alam yang masih perawan. Pilih satu spot, siapkan perlengkapan, dan buktikan sendiri—setiap akhir pekan bisa jadi petualangan baru.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks