Pencarian

Samsung Hentikan Aplikasi Messages per Juli, Pengguna Harus Pindah ke Google Messages Sekarang

Senin, 29 Juni 2026 • 10:19:01 WIB
Samsung Hentikan Aplikasi Messages per Juli, Pengguna Harus Pindah ke Google Messages Sekarang
Samsung menghentikan layanan pengiriman SMS dan RCS pada aplikasi Messages mulai Juli 2024.

KALIMANTAN UTARA — Kabar ini bukan lagi peringatan dini—batas waktunya tinggal hitungan hari. Samsung telah mengonfirmasi bahwa aplikasi Samsung Messages tidak akan lagi bisa mengirim atau menerima SMS dan RCS reguler mulai bulan depan. Satu-satunya fungsi yang tersisa setelah penonaktifan hanyalah panggilan darurat.

Meski pengumuman resmi sudah dirilis beberapa bulan lalu, banyak pengguna yang belum melakukan migrasi data. Samsung sendiri sudah menyiapkan jalur evakuasi yang jelas: pindah ke Google Messages. Prosesnya memang mudah, tapi riwayat obrolan tidak akan ikut pindah secara otomatis. Percakapan, thread RCS, dan arsip pesan harus dipindahkan secara manual sebelum aplikasi mati total.

Siapa Saja yang Terdampak?

Kebijakan ini berlaku untuk semua perangkat Galaxy yang masih menggunakan Samsung Messages sebagai aplikasi SMS default. Menurut laman dukungan resmi Samsung, pengguna Android 11 atau versi lebih rendah tidak terdampak oleh penghentian layanan ini. Namun, Samsung tetap menyarankan mereka untuk beralih ke aplikasi perpesanan yang masih didukung, seperti Google Messages, demi keamanan dan fitur terbaru.

Perlu dicatat, pengguna Galaxy Watch lawas yang masih menggunakan sistem operasi Tizen juga akan kehilangan akses ke riwayat percakapan penuh. Jam tangan tersebut tidak kompatibel dengan Google Messages. Samsung menjelaskan pengguna jam Tizen masih bisa membaca dan mengirim teks, tapi tidak bisa melihat seluruh histori obrolan. Sebaliknya, Galaxy Watch 4 dan model yang lebih baru dengan WearOS tetap bisa mengakses percakapan secara utuh.

Mengapa Samsung Mematikan Aplikasi Sendiri?

Langkah ini sebenarnya sudah berjalan bertahap sejak 2021. Saat itu, Samsung berhenti menyertakan Samsung Messages sebagai aplikasi SMS bawaan di ponsel Galaxy terbaru. Alih-alih, mereka mulai beralih ke Google Messages. Pada 2024, Samsung bahkan tidak lagi menginstal aplikasi tersebut bersamaan dengan Google Messages di pabrik. Galaxy S26, misalnya, sudah tidak bisa mengunduh Samsung Messages sama sekali.

Keputusan ini didorong oleh adopsi RCS (Rich Communication Services) yang lebih luas di Google Messages. RCS memungkinkan pengguna menikmati fitur seperti indikator mengetik, obrolan grup yang lebih rapi, dan pengiriman gambar berkualitas tinggi. Google Messages juga dibekali deteksi spam berbasis AI, akses multi-perangkat, serta integrasi asisten Gemini untuk beberapa fitur AI bawaan.

Cara Pindah ke Google Messages Sebelum Deadline

Proses migrasinya cukup sederhana. Pertama, unduh aplikasi Google Messages dari Play Store jika belum terinstal. Setelah itu, buka aplikasi dan ikuti instruksi untuk menjadikannya sebagai aplikasi SMS default. Samsung menyediakan panduan langkah demi langkah di laman dukungan resmi, termasuk untuk ponsel yang masih berjalan di Android 12 dan Android 13.

Yang paling kritis adalah memastikan riwayat percakapan sudah dicadangkan. Google Messages tidak otomatis menarik data dari Samsung Messages. Pengguna harus memanfaatkan fitur backup bawaan Samsung atau menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk mengekspor dan mengimpor pesan. Setelah aplikasi mati di Juli, data yang tertinggal tidak bisa dikembalikan.

Alternatif Selain Google Messages

Bagi yang tidak ingin menggunakan aplikasi buatan Google, masih ada beberapa opsi perpesanan SMS lain di Play Store. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua aplikasi pihak ketiga mendukung RCS dengan baik. Jika prioritas utama adalah keamanan dan kompatibilitas jangka panjang, Google Messages tetap menjadi pilihan paling aman.

Samsung belum mengumumkan tanggal pasti di bulan Juli saat aplikasi akan dinonaktifkan. Perwakilan Samsung juga belum memberikan tanggapan soal permintaan konfirmasi lebih lanjut. Yang jelas, semakin lama menunggu, semakin besar risiko kehilangan data percakapan yang mungkin berisi informasi penting atau kenangan digital.

Catatan: Informasi dalam artikel ini merujuk pada kebijakan Samsung untuk pasar Amerika Serikat. Belum ada pengumuman resmi apakah kebijakan serupa akan diterapkan di Indonesia. Pengguna Galaxy di Indonesia disarankan tetap memantau pengumuman resmi Samsung Indonesia.

Bagikan
Sumber: cnet.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks