Bhita Bawakan Lagu Minang di TOP 11 Dangdut Academy 8, Raih 4 Standing Ovation

Penulis: Cecep Sudrajat  •  Jumat, 06 November 2026 | 15:20:01 WIB
Bhita membawakan lagu Minang "Pulanglah Uda" yang di-mix dengan "Larut Tanpa Kepastian" pada malam result TOP 11 Dangdut Academy 8 di Jakarta.

KALIMANTAN UTARA — Bhita, peserta Dangdut Academy 8 asal Pangkalpinang, membawakan lagu Minang "Pulanglah Uda" pada malam result TOP 11 di Studio 5 Emtek City, Jakarta Barat, Kamis (5/11/2026). Penampilan yang di-mix dengan "Larut Tanpa Kepastian" itu mengantongi empat standing ovation dari dewan juri. Tantangan lagu daerah ini datang setelah ia tampil di malam show dengan lagu Erie Suzan.

Malam result membawa aturan berbeda. Para academia diminta membawakan lagu yang dipadukan dengan lagu daerah dari luar wilayah asal masing-masing. Bhita kebagian lagu Sumatera Barat berjudul "Pulanglah Uda".

Lagu Minang Di-mix dengan "Larut Tanpa Kepastian"

Bhita menyebut tantangan itu sebagai rezeki tersendiri. Lagu Minang yang ia bawakan digabung dengan "Larut Tanpa Kepastian" dalam satu penampilan.

"Alhamdulillah, aku dapet tantangan dari lagu Sumatera Barat, lagu Minang. Judulnya Pulanglah Uda. Di-mix sama Larut Tanpa Kepastian," ungkap Bhita saat ditemui di Studio 5 Emtek City, Jakarta Barat, Kamis (5/11/2026).

Hasilnya kembali positif. Empat standing ovation diberikan dewan juri, disertai pujian atas penampilannya.

Kesulitan Cengkok dan Kata "Sepayung"

Meski berasal dari Pangkalpinang, Bhita pernah tinggal di Sumatera Selatan. Pengalaman itu sedikit membantunya mempelajari lagu Minang.

"Kebetulan alhamdulillahnya kan Bhita pernah tinggal di Sumatera Selatan. Jadi kadang-kadang kalau Sumatera Barat masih mirip-mirip lah," ungkapnya.

Ada satu kata yang sempat menyulitkannya, yakni "sepayung". Menurut Bhita, pengucapan yang benar adalah "sepayuang". Cengkok khas Minang juga jadi bagian yang harus ia biasakan.

"Cuman mungkin pengucapan kayak 'sepayung', harusnya (diucapkan) 'sepayuang' gitu. Itu aja sih yang sedikit sulit. Itu mungkin (harus) biasakan untuk pengucapan seperti itu. Sama cengkok-cengkok Minang-nya," lanjut Bhita.

Fokus Latihan Endurance dan Pernapasan

Di luar urusan lagu daerah, Bhita masih punya catatan soal kemampuan vokalnya. Dewan juri dan para coach menyoroti daya tahan suaranya selama kompetisi.

"Kemarin tuh dapet masukan dari dewan juri dan coach-coach semuanya juga, Bhita tuh kalau nyanyi endurance-nya kurang, dan vokalnya kurang," tuturnya.

Masukan itu langsung ia jadikan fokus latihan. Bhita ingin vokalnya tetap stabil di berbagai kondisi panggung.

"Jadi Bhita melatih endurance biar vokal mau dibawa ke mana pun, ketahanan tetap kuat, pernapasan juga," tambahnya.

Tantangan lagu daerah menjadi ujian tersendiri bagi peserta Dangdut Academy 8 yang biasanya tampil dengan materi dangdut populer. Bagi Bhita, empat standing ovation di malam result jadi modal sebelum babak berikutnya.

Reporter: Cecep Sudrajat
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top