BULUNGAN — Kapel Rumah Doa menempati lahan di lingkungan SMA Negeri 1 Tanjung Palas Barat, berdampingan dengan Mushola Nurul Ilmi yang sudah lebih dulu melayani warga sekolah beragama Islam. Pembangunan kapel dimulai sejak peletakan batu pertama pada 2020, dengan dana swadaya, partisipasi masyarakat, dan bantuan sukarela dari berbagai pihak.
Gubernur Zainal A. Paliwang menyebut fasilitas keagamaan itu tidak sekadar memenuhi kebutuhan beribadah. Menurutnya, keberadaan dua rumah ibadah di satu sekolah menunjukkan tumbuhnya toleransi dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Proses pembangunan Kapel Rumah Doa berlangsung bertahap sejak 2020 hingga peresmian pada Kamis (5/11/2026). Tidak ada alokasi dari anggaran pemerintah dalam pembangunannya — seluruhnya mengandalkan swadaya warga, donatur, dan bantuan sukarela berbagai pihak.
Zainal menyampaikan apresiasi kepada para donatur, pekerja, dan masyarakat yang terlibat. "Saya mendoakan semoga seluruh donatur, pekerja, dan pihak yang membantu pembangunan kapel ini mendapat berkat dan limpahan rezeki dari Tuhan Yang Maha Esa," ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya kontribusi bersama untuk memajukan fasilitas pendidikan dan keagamaan. "Setiap bantuan dan kebaikan yang diberikan sangat berarti bagi kemajuan sekolah yang kita banggakan ini. Terima kasih kepada semua pihak yang telah bergotong royong," kata Zainal.
Kapel Rumah Doa kini tercatat sebagai Barang Milik Daerah (BMD) Pemerintah Provinsi Kaltara. Bangunan beserta kelengkapan administrasinya telah dilengkapi berita acara serah terima, bagian dari penatausahaan aset daerah agar pengelolaannya dapat dipertanggungjawabkan.
Pada kesempatan yang sama, Pemprov Kaltara memberikan piagam penghargaan kepada pemerintah kecamatan dan desa, pelaku usaha, serta tokoh masyarakat dari berbagai latar belakang yang berkontribusi dalam pembangunan fasilitas keagamaan tersebut.
Setelah meresmikan kapel, Gubernur Zainal membuka kegiatan Student Christian Spiritual Camp Tahun 2026. Kepada para peserta, ia berpesan agar kegiatan itu dimanfaatkan untuk memperdalam iman sekaligus membentuk karakter generasi muda yang jujur, peduli, dan bertanggung jawab.
Zainal berharap nilai toleransi dan kerukunan yang tumbuh di lingkungan sekolah terus dipelihara. Menurutnya, pembinaan karakter semacam itu menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kaltara yang Maju, Makmur, dan Berkelanjutan.
Peresmian kapel menutup rangkaian panjang pembangunan fasilitas ibadah di SMA Negeri 1 Tanjung Palas Barat, yang kini memiliki dua rumah ibadah untuk dua agama berbeda dalam satu kompleks sekolah.