Pendapatan ASLC Kuartal III 2026 Naik 35,3% Jadi Rp964,8 Miliar

Penulis: Dedi Supriadi  •  Kamis, 05 November 2026 | 18:05:31 WIB
Pendapatan ASLC pada kuartal III-2026 tercatat Rp964,8 miliar atau tumbuh 35,3% dibanding periode yang sama tahun lalu.

KALIMANTAN UTARA — PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) membukukan pendapatan Rp964,8 miliar pada kuartal III-2026, tumbuh 35,3% dibanding Rp713 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Caroline.id menjadi penyumbang utama dengan kontribusi 85% terhadap total pendapatan perseroan.

Kinerja lini ritel mobil bekas Caroline.id menopang pertumbuhan pendapatan ASLC. Sepanjang kuartal III-2026, Caroline.id mencatatkan pendapatan Rp819,6 miliar atau naik 61,8% YoY dari Rp506,4 miliar pada kuartal III-2025.

Sementara itu, JBA Indonesia sebagai balai lelang kendaraan menyumbang Rp148,7 miliar. Jaringan lelang JBA kini tersebar di 40 lokasi di seluruh Indonesia, sedangkan Caroline.id memiliki 18 cabang di Jabodetabek dan Bandung.

Sinergi Lintas Lini Usaha Dorong Pertumbuhan

Direktur Utama ASLC, Jany, menyebut optimalisasi ekosistem bisnis kendaraan bekas berperan penting dalam mendukung kinerja Caroline.id dan perseroan secara keseluruhan.

"Kami melihat bahwa optimalisasi ekosistem bisnis kendaraan bekas secara keseluruhan juga berperan penting dalam mendukung kinerja Caroline.id dan ASLC. Melalui sinergi antar lini usaha, Perseroan dapat memperkuat kapabilitas bisnis, menjangkau kebutuhan pasar yang lebih luas, serta menciptakan peluang pertumbuhan yang berkelanjutan," ujar Jany, dikutip Kamis (5/11/2026).

ASLC menjalankan tiga lini usaha yang saling terhubung: lelang kendaraan lewat JBA Indonesia, penjualan ritel mobil bekas lewat Caroline.id, dan bisnis gadai melalui MotoGadai.

Standardisasi Kanal Penjualan demi Harga Optimal

Perseroan menerapkan standardisasi dalam menentukan kanal penjualan yang paling sesuai dengan karakteristik kendaraan dan kebutuhan pasar. Kendaraan diarahkan ke penjualan ritel Caroline.id atau mekanisme lelang JBA berdasarkan kondisi unit dan permintaan pembeli.

"Setiap lini bisnis memiliki karakteristik dan peluang pertumbuhan masing-masing. Karena itu, Perseroan terus mendorong pengembangan usaha secara terintegrasi agar kapabilitas yang dimiliki dapat saling melengkapi dan memberikan nilai tambah bagi ekosistem secara keseluruhan," tambah Jany.

Digitalisasi Platform Jadi Fokus Berikutnya

ASLC memposisikan diri sebagai automotive omnichannel marketplace dan akan memperkuat integrasi antar lini usaha. Langkah yang ditempuh mencakup digitalisasi platform penjualan, peningkatan kapabilitas digital, serta optimalisasi proses operasional untuk efisiensi.

Bagi konsumen, jaringan 18 cabang Caroline.id di Jabodetabek dan Bandung serta 40 lokasi lelang JBA menjadi kanal untuk menjual atau membeli mobil bekas dengan harga yang mengikuti mekanisme pasar masing-masing kanal.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: olenka.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top