KALIMANTAN UTARA — Delapan unit bus listrik anyar itu kini beroperasi senyap di lingkungan kampus, melayani mahasiswa, staf, dan pengunjung. Kehadirannya sekaligus menjadi awal dari program elektrifikasi menyeluruh yang ditargetkan rampung dalam empat tahun ke depan.
Pengoperasian ini merupakan hasil kerja sama dengan penyedia solusi transportasi WeDriveU dan spesialis elektrifikasi armada Zenob?. Langkah tersebut juga sejalan dengan peta jalan "10 in 10" UB untuk mencapai kampus tanpa emisi pada 2030 — 15 tahun lebih cepat dari tenggat 2045 yang ditetapkan New York Executive Order 22 untuk kendaraan tugas berat.
Dengan hadirnya delapan bus listrik ini, UB memproyeksikan pengurangan emisi setara karbon dioksida hingga sekitar 6.000 ton per tahun. Angka itu setara dengan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 55,6 persen jika dibandingkan dengan layanan berbasis diesel.
Untuk memberi gambaran lebih konkret, dampak lingkungan dari penggantian armada ini kira-kira sama dengan menarik 1.395 mobil berbahan bakar bensin dari jalan raya setiap tahunnya.
Direktur Parking and Transportation UB, Christopher Austin, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar mengganti kendaraan, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan mobilitas di kampus. "Bus-bus ini meningkatkan pengalaman berkendara saat ini dan mewakili investasi lain dalam masa depan mobilitas di UB," ujarnya.
Matt Curwood, Vice President Business Development Transit Zenob? Amerika Utara, menambahkan bahwa keandalan armada listrik tidak bisa dilepaskan dari perencanaan infrastruktur yang matang. "Operator armada dan institusi membutuhkan keyakinan bahwa bus listrik mereka siap beroperasi setiap hari. Zenob? memberikan kepastian itu melalui perencanaan yang cermat, infrastruktur pengisian daya yang andal, dan dukungan operasional jangka panjang," jelas Curwood dalam pernyataan resminya.
Penggantian armada ini menjadi angin segar bagi ribuan pengguna transportasi kampus setiap harinya. Selain mengurangi polusi udara di area kampus, bus listrik menawarkan perjalanan yang lebih senyap dibandingkan bus diesel konvensional.
Delapan unit yang baru beroperasi ini adalah gelombang pertama dari total armada Stampede yang ditargetkan bertransisi penuh ke tenaga listrik. Proses elektrifikasi bertahap ini akan berlangsung seiring dengan penyediaan infrastruktur pengisian daya dan evaluasi performa operasional di lapangan.