TARAKAN, Fokusborneo.com — Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar kunjungan kerja (kunker) ke RSUD dr. H. Jusuf SK di Tarakan, Kamis (3/9/26). Kunjungan yang dipimpin Ketua Komisi IV Tamara Moriska ini bertujuan mengevaluasi pelayanan kesehatan dan penyelenggaraan program di rumah sakit rujukan utama Kaltara tersebut.
Rombongan turut diisi Wakil Ketua Komisi IV Syamsuddin Arfah, serta para anggota Listiani, Supa’ad Hadianto, Dino Andrian, dan Muhammad Hatta.
Dalam pertemuan itu, Syamsuddin Arfah menyampaikan sejumlah catatan kritis terkait pelayanan dan tata kelola rumah sakit.
Ia menyoroti keluhan masyarakat yang masuk ke dewan. Mulai dari Unit Gawat Darurat (UGD) yang kerap padat (crowded) hingga ketersediaan dokter spesialis yang tidak merata.
“Progres penanganan keluhan dari masyarakat hingga saat ini masih terasa belum terurai dengan baik, seperti situasi di UGD yang sering padat. Kami juga menerima laporan terkait tidak tersedianya dokter pada momen tertentu hingga adanya kendala pelayanan pasien,” ujar Syamsuddin.
“Ini sangat disayangkan mengingat status rumah sakit ini adalah tipe B yang menjadi rujukan utama masyarakat Kalimantan Utara,” tegasnya. Syamsuddin menekankan, evaluasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan dorongan perbaikan nyata bagi pelayanan publik di sektor kesehatan.