KALIMANTAN UTARA — Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh Menteri Olahraga Afrika Selatan, Gayton McKenzie, dalam sebuah pernyataan resmi. McKenzie mengaku sangat terkejut atas kepergian Adams yang disebutnya sebagai salah satu talenta muda paling cemerlang di Negeri Pelangi.
"Sepak bola Afrika Selatan kehilangan salah satu talenta muda terbaiknya. Kami berduka bersama keluarga, rekan setim, dan jutaan pendukung yang menyaksikan tumbuhnya ia dari pemain akademi menjadi bintang internasional," ujar McKenzie dalam keterangannya, Minggu (16/2).
Pihak kepolisian Cape Barat masih belum bisa membeberkan penyebab kematian Adams. Juru bicara kepolisian, FC van Wyk, mengonfirmasi bahwa jasad seorang pria berusia 25 tahun ditemukan di sebuah rumah di Schotsche Kloof, Cape Town pusat.
"Keadaan sekitar kejadian masih dalam penyelidikan," kata Van Wyk kepada AFP. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi yang menyebutkan adanya dugaan tindak kriminal dalam peristiwa tersebut.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, turut menyampaikan belasungkawa. Ia menyebut kepergian Adams sebagai tragedi besar, terlebih pemain tersebut baru saja menjadi bagian dari sejarah Piala Dunia.
"Sangat menyedihkan mendengar gelandang Afrika Selatan, Jayden Adams, meninggal hanya beberapa pekan setelah tampil di kampanye Piala Dunia bersejarah negaranya. Bintang Bafana Bafana ini akan sangat dirindukan. Semoga ia beristirahat dalam damai," tulis Infantino dalam pernyataan resmi FIFA.
Adams memulai karier profesionalnya dari akademi Stellenbosch FC. Ia menjadi produk pertama akademi tersebut yang menandatangani kontrak profesional. Total 139 penampilan ia bukukan untuk Stellenbosch, termasuk membawa klub juara Carling Knockout 2023.
Pada Januari 2025, ia memutuskan pindah ke raksasa Liga Afrika Selatan, Mamelodi Sundowns. Puncak kariernya terjadi saat ia dipercaya membela Bafana Bafana di Piala Dunia 2026. Adams menjadi starter di laga pembuka kontra Meksiko (kalah 0-2) dan saat imbang 1-1 melawan Ceko. Ia juga turun sebagai pemain pengganti saat Afrika Selatan menang 1-0 atas Korea Selatan.
Serikat Pemain Sepak Bola Afrika Selatan (SAFPU) juga mengeluarkan pernyataan resmi. Mereka menyebut kematian Adams sebagai pukulan berat bagi sepak bola nasional.
"Jayden baru saja mewakili Afrika Selatan di Piala Dunia 2026, mengusung harapan bangsa dengan kebanggaan, keberanian, dan kehormatan. Kepergiannya adalah kerugian besar bagi keluarga, rekan setim, klub, dan seluruh negara," tulis SAFPU.