KALIMANTAN UTARA — Setelah bertahun-tahun persaingan ponsel pintar berpusat pada megapiksel kamera dan skor benchmark chipset, tahun 2026 menjadi titik balik. Sejumlah merek mulai membawa baterai berkapasitas jumbo—7.000 mAh hingga 10.000 mAh—ke kelas harga terjangkau. Tecno, Infinix, realme, HONOR, iQOO, OPPO, dan vivo disebut-sebut sebagai pemain utama di segmen ini.
Salah satu tantangan terbesar menghadirkan baterai besar adalah ketebalan bodi. Namun, laporan terbaru menunjukkan produsen mulai mengadopsi teknologi sel baterai dan desain internal yang lebih efisien. Hasilnya, smartphone dengan kapasitas 7.000 mAh hingga 10.000 mAh bisa tetap ramping dan nyaman digenggam.
Perubahan ini menjawab kebutuhan pengguna yang menggunakan ponsel untuk bekerja, bermain gim, streaming, hingga membuat konten sepanjang hari. Daya tahan baterai kini menjadi pertimbangan utama, menggeser posisi kamera dan performa semata.
Jika sebelumnya baterai jumbo identik dengan ponsel premium, tahun ini situasinya berbalik. Produsen mulai membawa fitur ini ke lini entry-level dan menengah. Tecno Spark 50 disebut sebagai salah satu contoh awal bagaimana merek mencoba menggabungkan harga kompetitif dengan daya tahan baterai ekstra.
Selain Tecno, Infinix dan realme juga dikabarkan menyiapkan model serupa. Artinya, konsumen di Indonesia akan memiliki lebih banyak alternatif tanpa harus membayar mahal. Persaingan harga diprediksi semakin ketat sepanjang 2026.
Meski kapasitas besar menjanjikan daya tahan lebih lama, konsumen tetap perlu cermat. Daya tahan nyata tidak hanya ditentukan oleh angka mAh. Efisiensi prosesor, optimasi sistem operasi, refresh rate layar, hingga kebiasaan pemakaian harian turut memengaruhi berapa lama ponsel bisa bertahan.
Karena itu, jangan hanya tergiur angka besar. Lihat spesifikasi secara menyeluruh, termasuk teknologi pengisian cepat yang disertakan. Beberapa ponsel dengan baterai 7.000 mAh mungkin hanya mendukung charger 18W, yang berarti waktu pengisian bisa sangat lama.
Pergeseran minat konsumen ke daya tahan baterai diperkirakan mengubah peta persaingan industri sepanjang tahun ini. Produsen tidak hanya berlomba menghadirkan kapasitas lebih besar, tapi juga inovasi pada teknologi pengisian daya cepat dan efisiensi sistem.
Bagi pengguna dengan mobilitas tinggi, kehadiran ponsel baterai jumbo murah berarti tidak perlu lagi bergantung pada power bank setiap saat. Ini menjadi nilai tambah signifikan di segmen harga yang sebelumnya jarang menyentuh kapasitas di atas 6.000 mAh.
Dengan semakin banyaknya pilihan, keputusan pembelian kini lebih bergantung pada keseimbangan antara kapasitas baterai, harga, dan fitur pendukung lainnya. Konsumen yang cerdas akan membaca spesifikasi secara utuh sebelum memutuskan.