Apple Batal Kembangkan Vision Pro Murah, Samsung Display Hentikan Produksi Panel

Penulis: Edi Wahyono  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 01:11:32 WIB
Apple menghentikan pengembangan panel G-VR untuk Vision Pro versi lebih terjangkau.

KALIMANTAN UTARA — Laporan terbaru dari The Elec yang dikutip MacRumors mengungkapkan bahwa Apple telah menghentikan proyek panel untuk perangkat extended reality (XR) yang lebih terjangkau. Panel yang disebut G-VR ini merupakan versi lebih murah dari teknologi OLEDoS (OLED on Silicon) yang digunakan pada Apple Vision Pro saat ini.

Apa Itu Panel G-VR dan Mengapa Dibutuhkan?

Panel G-VR menggunakan metode pembentukan OLED pada substrat kaca, bukan silikon seperti Vision Pro generasi pertama. Pendekatan ini secara drastis mampu menekan biaya produksi. Samsung Display sebelumnya mengembangkan panel ini dengan kerapatan piksel 1.600–1.700 PPI, atau sekitar setengah dari kerapatan Vision Pro yang mencapai 3.386 PPI.

Rencana awal, panel G-VR akan menjadi komponen utama untuk headset Apple yang lebih ringan dan murah. Namun, proyek ini mulai dihentikan secara bertahap sejak awal tahun ini.

Apple Beralih ke Kacamata Pintar

Keputusan menghentikan pengembangan Vision Pro murah tidak datang tiba-tiba. Sejak Oktober tahun lalu, Bloomberg melaporkan bahwa Apple “menekan tombol pause” pada perombakan besar-besaran Vision Pro untuk mengalihkan sumber daya ke pengembangan kacamata pintar.

Pada Maret lalu, Mark Gurman dari Bloomberg menyebut Apple masih mengerjakan headset yang lebih tipis dan ringan sebagai penerus Vision Pro seharga USD 3.499 (sekitar Rp 57,7 juta). Namun, produk itu diperkirakan tidak akan meluncur sebelum akhir 2028 atau 2029. Penting dicatat, laporan tersebut menyebut jeda, bukan pembatalan total.

Analis rantai pasok Ming-Chi Kuo juga melaporkan perubahan status produk yang sempat disebut Vision Air. Menurut Kuo, saat ini hanya dua produk kacamata pintar yang masih terlihat dalam peta jalan Apple, tanpa tanda-tanda kehadiran headset imersif murah.

Nasib Vision Pro di Mata Apple

Apple sendiri sejak awal memosisikan Vision Pro bukan sebagai produk massal, melainkan sebagai gambaran awal masa depan komputasi spasial. Greg Joswiak, eksekutif Apple, mengatakan kepada Tom’s Guide bahwa Vision Pro “menjangkau masa depan” untuk menunjukkan bagaimana dunia digital dan fisik bisa menyatu.

John Ternus, eksekutif Apple lainnya, menambahkan bahwa perusahaan lebih memikirkan “mengirimkan produk dan pengalaman yang lebih baik” ketimbang sekadar “mengirimkan teknologi”.

Bagi para skeptis, pernyataan itu bisa diartikan sebagai pembelaan terhadap produk mahal yang kesulitan meraih adopsi pasar luas. Namun bagi penggemar, pernyataan tersebut menegaskan komitmen jangka panjang Apple terhadap kategori perangkat ini.

Dampak bagi Konsumen dan Pasar

Rentetan laporan dari rantai pasok dan peta jalan produk tentang Vision Pro murah cenderung negatif. Sejauh ini, belum ada tanda positif yang cukup kuat untuk mengharapkan kehadiran headset Apple yang lebih terjangkau dalam waktu dekat.

Bagi konsumen Indonesia yang menantikan alternatif Vision Pro dengan harga lebih ramah kantong, kabar ini tentu mengecewakan. Namun, fokus Apple pada kacamata pintar justru bisa membuka segmen produk wearable yang lebih praktis dan mungkin lebih cepat hadir di pasar.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: 9to5mac.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top