Pemprov Kaltara Ajak Masyarakat dan Perusahaan Jaga Ekosistem Mangrove, Bukan Hanya Tugas Pemerintah

Penulis: Cecep Sudrajat  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 22:19:31 WIB
Asisten III Setprov Kaltara menekankan pentingnya kolaborasi dalam pelestarian hutan mangrove.

BULUNGAN — Asisten III Bidang Administrasi Umum Setprov Kaltara, Taufik Hidayat, menyebut kolaborasi menjadi kunci utama dalam program pelestarian hutan mangrove. Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri mengingat luasnya kawasan hutan yang masih dimiliki Kalimantan Utara.

“Sebagai daerah yang masih memiliki hutan dan mangrove, sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga serta melestarikannya,” ujar Taufik dalam sambutannya di acara yang digelar di Bulungan, Selasa (30/6/2026).

Mangrove Bukan Sekadar Penahan Abrasi, tapi Juga Sumber Ekonomi

Taufik menjelaskan, ekosistem mangrove di Kaltara tidak hanya berfungsi sebagai benteng alami dari abrasi dan habitat berbagai jenis satwa. Ia menilai kawasan ini menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata alam, seperti wisata edukasi dan rekreasi memancing.

“Kalau hutan mangrove tetap terjaga, masyarakat akan melihat bahwa kawasan ini memiliki potensi besar, baik untuk meningkatkan ekonomi maupun sebagai tujuan wisata alam,” kata Taufik.

Pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana, lanjutnya, dapat mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di wilayah pesisir tanpa harus mengorbankan prinsip kelestarian lingkungan.

Forest Programme VI: Wadah Kolaborasi Multipihak

Forest Programme (FP) VI menjadi salah satu instrumen yang diandalkan Pemprov Kaltara untuk memperkuat perlindungan dan pengelolaan mangrove berkelanjutan. Program ini didukung oleh sejumlah mitra pembangunan yang turut hadir dalam sosialisasi tersebut.

“Kita juga memiliki mitra-mitra yang ikut mendukung pelaksanaan program ini. Jadi tanggung jawab menjaga hutan bukan hanya ada pada pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat dan para pemangku kepentingan,” tegas Taufik.

Melalui forum ini, Pemprov Kaltara berharap kesadaran semua pihak terhadap pentingnya ekosistem mangrove semakin meningkat. Target utamanya, kelestarian hutan pesisir di provinsi yang berbatasan langsung dengan Malaysia ini bisa terus terjaga untuk generasi mendatang.

Dinas Kehutanan Kaltara, bersama instansi terkait, disebut akan terus menjalankan program pelestarian secara berkesinambungan. Namun, Taufik kembali mengingatkan bahwa tanpa dukungan warga dan sektor swasta, upaya ini tidak akan optimal.

Reporter: Cecep Sudrajat
Sumber: benuanta.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top