KALIMANTAN UTARA — Penampilan Neymar di Piala Dunia 2026 akhirnya terwujud setelah cedera betis memaksanya absen pada dua laga awal Grup C. Pelatih Carlo Ancelotti baru memberikan kepercayaan kepada pemain Santos itu pada pertandingan ketiga Brasil di Miami Stadium.
Neymar hanya mendapat waktu bermain 15 menit saat masuk menggantikan rekan setimnya di babak kedua. Ia diturunkan ketika Brasil sudah unggul 3-0 atas Skotlandia, membuat perannya lebih sebagai formalitas untuk mengembalikan ritme pertandingan.
Penampilan ini menjadi yang pertama bagi Neymar di pentas internasional sejak Oktober 2023. Sebelumnya, ia menjalani hiatus panjang akibat cedera berulang yang menghambat kariernya bersama Al Hilal dan Santos.
Keputusan Ancelotti memasukkan Neymar dalam skuad 26 pemain Brasil untuk Piala Dunia 2026 sempat menuai kritik. Masalah kebugaran yang berkepanjangan membuat banyak pengamat meragukan kontribusinya di turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut.
Neymar sendiri sudah mengumumkan bahwa turnamen ini akan menjadi yang terakhir baginya. Ia menyebut Piala Dunia 2026 sebagai 'Last Dance' di media sosial, menegaskan tidak akan mengejar rekor sebagai pemain Brasil pertama yang tampil di lima edisi Piala Dunia.
Dengan tampil di edisi kali ini, Neymar berpeluang menjadi pemain Brasil keempat yang bermain di empat Piala Dunia secara beruntun. Ia sebelumnya tampil di edisi 2014, 2018, dan 2022.
Pada debut Piala Dunia 2014 di tanah airnya sendiri, Neymar mencetak empat gol dalam lima pertandingan sebelum cedera parah memaksanya keluar di babak perempat final. Ia kemudian membantu Brasil mencapai perempat final lagi pada dua edisi berikutnya.
Neymar saat ini memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa timnas Brasil putra, melampaui legenda Pele. Namun, ia belum pernah membawa Selecao juara Piala Dunia sejak terakhir kali Brasil menjuarainya pada 2002.
Brasil kini menanti lawan di babak gugur setelah finis sebagai juara Grup C. Neymar diharapkan bisa mendapatkan lebih banyak menit bermain jika Brasil melaju lebih jauh, mengingat turnamen ini menjadi kesempatan terakhirnya untuk mengakhiri puasa gelar selama 24 tahun.