Tim Penyelamat Temukan Ayah dan Anak Hidup di Reruntuhan La Guaira, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 1.450 Orang

Penulis: Dedi Supriadi  •  Senin, 29 Juni 2026 | 19:57:31 WIB
Tim penyelamat gabungan temukan ayah dan anak selamat di reruntuhan La Guaira, Venezuela.

KALIMANTAN UTARA — Keduanya ditemukan oleh tim gabungan penyelamat dari Prancis dan Amerika Serikat di bawah puing-puing bangunan yang runtuh. Korban tampak sangat lemah dan mengenakan masker saat diangkat ke ambulans yang telah menunggu.

"Mereka sangat lemah, seperti halnya pasien manapun yang terjebak di bawah reruntuhan selama empat hari. Kami melakukan segalanya untuk menghidrasi mereka dan memberikan berbagai obat-obatan selama proses evakuasi yang berjalan sangat lambat ini," kata seorang anggota tim penyelamat Keamanan Sipil Prancis kepada media setempat.

Korban Tewas Terus Bertambah, Ribuan Masih Hilang

Ketua Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodriguez mengonfirmasi jumlah korban jiwa kini mencapai 1.450 orang, naik dari angka sebelumnya 1.430. Sekitar 3.150 lainnya dilaporkan luka-luka akibat dua gempa dahsyat yang mengguncang negara itu pada Rabu (25/06) malam.

Lebih dari 68.900 orang masih dinyatakan hilang. Setidaknya 33 orang berhasil dikeluarkan hidup-hidup dari bangunan runtuh selama akhir pekan, namun peluang menemukan korban selamat semakin tipis setelah batas waktu kritis 72 jam terlewati. Pada fase ini, upaya penyelamatan sering kali beralih menjadi pencarian jenazah.

Dubes Jerman: Kondisi La Guaira seperti Skenario Kiamat

Duta Besar Jerman untuk Venezuela, Volker Pellet, menggambarkan situasi di kota pesisir La Guaira, sekitar satu jam dari Caracas, sebagai "skenario kiamat." Menurutnya, kerusakan sangat tidak merata—dari jarak beberapa kilometer tampak sedikit kerusakan, namun tiba-tiba segalanya hancur total.

"Ini benar-benar realita yang sama sekali berbeda. Kita perlu bertanya kepada para ahli seismik mengapa itu bisa terjadi. Sungguh mengejutkan untuk dilihat," kata Pellet kepada DW dari Caracas.

Ia juga menyoroti kondisi layanan publik Venezuela yang sudah tidak optimal selama 20 tahun terakhir. Menurut Pellet, situasi yang kacau ini akan menjadi masalah besar bahkan di negara lain, apalagi dengan kondisi yang sudah ada sebelumnya.

25 Negara Kirim Bantuan, Sekolah Diliburkan

Sebanyak 25 negara telah mengirimkan sekitar 3.000 pekerja bantuan ke Venezuela. Uni Eropa menggelontorkan dana darurat senilai 5 juta euro (sekitar Rp101,5 miliar) untuk merespons bencana ini. Tim penyelamat fokus pada pencarian dan penyelamatan, meski Pellet mengakui peluang menemukan korban hidup semakin menipis setiap detiknya.

Sementara itu, Presiden sementara Venezuela mengumumkan sekolah di seluruh negeri akan tetap tutup selama sepekan ke depan. Paus Leo XIV juga menyatakan solidaritasnya melalui unggahan di media sosial X kepada warga Venezuela yang terdampak gempa bumi.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: news.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top