PT Cipta Kridatama Siapkan 28 Pemuda Aceh Barat Jadi Operator Alat Berat Profesional Lewat Program ADOP

Penulis: Cecep Sudrajat  •  Senin, 29 Juni 2026 | 19:37:02 WIB
pemuda Aceh Barat mengikuti pelatihan operator alat berat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

KALIMANTAN UTARA — Dua puluh delapan pemuda Aceh Barat kini menjalani pelatihan intensif di Rindam Tambun Bungai, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Mereka dididik selama 3-12 Juni 2026 untuk menguasai pengoperasian unit Off Highway Truck (OHT) CAT 773 berkapasitas 60 ton, kendaraan raksasa yang menjadi tulang punggung angkutan material di tambang.

Program ADOP bukan sekadar kursus singkat. Peserta mendapatkan dua materi sekaligus: kompetensi teknis mengemudikan alat berat dan pembentukan karakter melalui Pelatihan Bimbingan Mental, Fisik, dan Disiplin (Bintalfisdis) serta Bela Negara yang digelar bersama TNI.

Bukan Sekadar Pandai Mengemudi Alat Berat

Presiden Direktur PT Cipta Kridatama Roni Setyawan menegaskan bahwa pelatihan ini menitikberatkan pada pembentukan mentalitas kerja. Menurutnya, operator alat berat yang andal tidak cukup hanya cekatan mengendalikan tuas dan pedal.

"Kami ingin memastikan setiap operator tidak hanya ahli dan cekatan mengendalikan alat berat, tetapi juga memiliki mentalitas tangguh dan kesadaran penuh akan keselamatan kerja," ujar Roni dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.

Ia menambahkan, kecakapan teknis harus selalu diimbangi dengan kedisiplinan dan penguasaan diri yang prima. Hal ini menjadi fondasi penting agar para operator mampu bekerja di lingkungan tambang yang penuh risiko tinggi.

Skema Magang Langsung ke Lokasi Tambang

Setelah menyelesaikan pelatihan dasar di Banjarbaru, seluruh peserta tidak langsung dikirim ke lokasi kerja. Mereka harus menjalani On Job Training (OJT) di Site CK-BMB Tapin, Kalimantan Selatan.

Skema ini dirancang agar peserta memperoleh pengalaman operasional secara nyata sebelum ditempatkan di wilayah operasional MIFA, anak usaha ABM Investama, di Aceh Barat. Dengan begitu, mereka sudah terbiasa dengan ritme kerja tambang yang sesungguhnya.

Roni Setyawan menekankan bahwa ADOP merupakan upaya nyata perusahaan untuk membuka peluang kerja dan meningkatkan kompetensi masyarakat lokal. "Kami percaya pertumbuhan bisnis hanya bermakna jika dibangun di atas fondasi keselamatan yang aman dan bertanggung jawab. Tidak ada kompromi dalam hal keselamatan operasi karena itu menjadi prasyarat dasar setiap kegiatan usaha," tegasnya.

Melalui program ini, PT Cipta Kridatama berharap semakin banyak putra daerah yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri pertambangan nasional. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam memperkuat tanggung jawab sosial melalui pengembangan kapasitas masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Reporter: Cecep Sudrajat
Sumber: tambang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top