Dari Ruang Latihan di Rumah, Nathania Hanessa Br Tarigan Raih Medali Perak Pesparawi Nasional XIV 2026 untuk Kaltara

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Senin, 29 Juni 2026 | 15:56:01 WIB
Nathania Hanessa Br Tarigan menunjukkan medali perak Pesparawi Nasional XIV 2026 yang diraih setelah latihan intensif di rumah.

TANJUNG SELOR — Medali perak yang kini tergantung di leher Nathania Hanessa Br Tarigan bukan sekadar logam bundar. Bagi siswa kelas 3 SD itu, benda itu adalah bukti bahwa mimpi besar bisa dimulai dari langkah-langkah kecil—tepatnya dari ruang latihan sederhana di rumahnya di Tanjung Selor.

Nathania mewakili Kalimantan Utara pada kategori Solo Anak Usia 7–10 Tahun di Pesparawi Nasional XIV 2026. Ia bersaing dengan peserta terbaik dari 32 provinsi dan pulang membawa medali perak.

Enam Bulan Latihan di Rumah, Ibu Jadi Pelatih Utama

Inconita Christina, ibu Nathania, menceritakan bahwa persiapan menuju Manokwari dimulai sejak enam bulan sebelum kompetisi. Hampir setiap hari, Nathania meluangkan waktu berlatih di rumah.

Inconita sendiri yang menjadi pelatih utama putrinya. Sementara sang ayah, Krisman Daud Tarigan, setia mengiringi setiap latihan dengan permainan piano. Suasana rumah berubah menjadi ruang latihan yang setiap hari dipenuhi lantunan lagu.

“Tidak selalu mudah. Ada hari-hari ketika Nathania merasa lelah karena harus membagi waktu antara sekolah, bermain, dan latihan. Tetapi kami selalu berusaha membuat latihan menjadi sesuatu yang menyenangkan,” ujar Inconita, Senin (29/6/2026).

Bukan Sekadar Teknik Bernyanyi, Tapi Keberanian Tampil

Menurut Inconita, tantangan terbesar bukan hanya mengajarkan teknik vokal kepada Nathania. Lebih dari itu, ia harus menumbuhkan keberanian dan rasa percaya diri seorang anak untuk tampil di hadapan ratusan pasang mata.

“Kami ingin dia menikmati setiap prosesnya. Menang atau kalah bukan yang utama. Yang penting dia belajar, bertumbuh, dan berani memberikan yang terbaik,” tuturnya.

Saat nama Nathania diumumkan sebagai peraih medali perak, rasa haru langsung menyelimuti keluarga Tarigan. Semua latihan, pengorbanan waktu, dan perjalanan panjang menuju Papua seakan terbayar lunas.

Target Baru: Pesparawi Nasional 2029 di Sulawesi Tengah

Bagi keluarga Tarigan, medali perak ini bukan akhir dari perjalanan. Mereka telah memasang target baru untuk ajang Pesparawi Nasional Tahun 2029 yang rencananya digelar di Sulawesi Tengah.

“Kami percaya setiap prestasi membutuhkan proses. Karena itu kami akan terus mendampingi Nathania agar terus berkembang. Harapan kami, empat tahun ke depan dia bisa kembali membawa nama Kalimantan Utara dan meraih hasil yang lebih baik,” ujar Inconita.

Persiapan akan dimulai lebih awal. Keluarga berencana meningkatkan kemampuan vokal, musikalitas, hingga pengalaman tampil Nathania secara bertahap.

Pesan untuk Anak-Anak Kaltara: Berani Bermimpi

Inconita berharap kisah putrinya bisa menjadi penyemangat bagi anak-anak lain di Kalimantan Utara yang memiliki mimpi serupa.

“Anak-anak dari Kalimantan Utara punya kesempatan yang sama untuk berprestasi. Dengan dukungan keluarga, pembinaan yang baik, dan kemauan untuk terus belajar, saya yakin mereka juga bisa berdiri di panggung nasional,” tutupnya.

Bagi Nathania, medali perak itu kini menjadi pengingat: bahwa seorang anak dari Tanjung Selor bisa berdiri membawa nama Kalimantan Utara di ujung timur Indonesia, bermula dari ruang latihan di rumahnya sendiri. (*)

Reporter: Fiqri Ramadhan
Sumber: juwata.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top