TARAKAN — Peningkatan jumlah peserta dari tahun sebelumnya menjadi indikator utama tingginya antusiasme kalangan pelajar terhadap kompetisi futsal tingkat provinsi ini. Ketua Panitia Piala Gubernur Futsal Kaltara 2026, Riski Sovayunanto, menyebut animo sekolah sangat tinggi sehingga panitia menampung 40 tim terbaik pada tahun ini.
Turnamen ini dirancang lebih dari sekadar perebutan piala. Menurut Riski, arahan Gubernur Kalimantan Utara sangat jelas, yakni menjadikan event ini sebagai bagian dari pembinaan atlet agar mampu berkembang hingga tingkat nasional. “Arahan Pak Gubernur jelas, event ini menjadi bagian dari pembinaan atlet agar mampu berkembang hingga tingkat nasional,” jelasnya saat membuka kompetisi.
Setiap pertandingan dipastikan berlangsung dengan menjunjung tinggi sportivitas. Panitia menghadirkan perangkat pertandingan dari berbagai daerah di Kaltara untuk memastikan netralitas dan profesionalisme selama kompetisi. “Kami ingin seluruh pertandingan berjalan profesional dan netral sehingga semua tim bisa bertanding dengan nyaman,” kata Riski.
Selain menjadi ajang adu strategi antarpelatih, turnamen ini membuka peluang bagi atlet pelajar untuk menambah jam terbang di level provinsi. Pengalaman bertanding melawan tim dari daerah berbeda dinilai penting sebagai bekal mengikuti kompetisi yang lebih tinggi di masa mendatang. “Kami berharap dari event ini lahir atlet-atlet yang nantinya mampu membawa nama Kalimantan Utara di tingkat nasional,” tuturnya.
Riski menambahkan, kompetisi tingkat provinsi juga memberikan nilai tambah bagi peserta di luar prestasi olahraga. Sertifikat yang diperoleh dapat menjadi salah satu penunjang saat melanjutkan pendidikan maupun mengikuti seleksi tertentu di masa depan. “Selain prestasi, keikutsertaan dalam kejuaraan tingkat provinsi ini juga menjadi bekal yang bermanfaat bagi para pelajar untuk jenjang pendidikan berikutnya,” pungkasnya.