BPDP dan Kanwil DJPB Kalimantan Utara Luncurkan SINARA FEST Dorong UMKM Naik Kelas

Penulis: Redaksi  •  Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:27:26 WIB
BPDP dan Kanwil DJPB Kalimantan Utara resmi meluncurkan SINARA FEST untuk mendukung pengembangan UMKM perkebunan.

Kalimantan Utara — Kolaborasi strategis antara Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Provinsi Kalimantan Utara melahirkan SINARA FEST 2026 sebagai platform pengembangan UMKM perkebunan. Kegiatan ini membawa tema "Sinergi Perkebunan dan Perbendaharaan untuk Kemenkeu Satu: Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas" dengan rangkaian edukatif dan interaktif mencakup sosialisasi program, demo kuliner, mini bazar UMKM, serta booth edukasi interaktif mengenai manfaat komoditas sawit, kelapa, dan kakao dalam ekonomi nasional.

Kalimantan Utara menjadi provinsi ketiga yang menggelar festival ini setelah Bandung dan Aceh. Kepala Kanwil DJPB Provinsi Kalimantan Utara, Ika Hermini Novianti, menekankan pentingnya momentum kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam mengoptimalkan sektor hulu dan hilir komoditas strategis lokal.

Dukungan Penuh Pemerintah untuk Sektor Perkebunan

"Kegiatan ini jadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam mendorong optimalisasi peran sektor hulu dan hilir komoditas strategis daerah, serta meningkatkan nilai tambah sektor perkebunan, khususnya komoditas sawit, kelapa, dan kakao di Kalimantan Utara," ujar Ika Hermini Novianti.

Lebih lanjut, Novianti menjelaskan kegiatan SINARA FEST berfungsi sebagai sarana memperkuat literasi masyarakat terhadap peran APBN sekaligus mendorong peningkatan daya saing UMKM di sektor perkebunan. Dukungan ini mencakup aspek pemahaman tentang manfaat komoditas, akses pembiayaan, dan peluang ekspor.

Platform Integrasi Hulu-Hilir, Bukan Sekadar Seremonial

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menekankan SINARA FEST bukan acara seremonial melainkan platform strategis mengintegrasikan aspek produksi hingga pemasaran komoditas perkebunan. Platform ini dirancang untuk menghubungkan petani, industri pengolahan, dan pasar ekspor dalam satu ekosistem yang koheren.

"Melalui penguatan edukasi, inovasi, akses pembiayaan, serta promosi, SINARA FEST diharapkan mampu mendorong pengembangan UMKM berbasis komoditas perkebunan agar tumbuh secara berkelanjutan, memiliki nilai tambah, dan berdaya saing tinggi di pasar," jelas Muhansyah.

Akses Ekspor dan Perpajakan Menjadi Fokus Edukasi

SINARA FEST menghadirkan narasumber dari instansi vertikal Kementerian Keuangan untuk membuka akses UMKM pada layanan fiskal. Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai KPPBC Tarakan, Dwi Ardiyanto, memaparkan tata cara ekspor dan prosedur pabeanan bagi pelaku UMKM yang ingin mengembangkan pasar ke luar negeri.

Penyuluh Pajak KPP Tanjung Redeb, Edi Trisno Yuwono, memberikan edukasi mengenai kewajiban dan fasilitas perpajakan untuk mendukung legalitas serta pertumbuhan usaha UMKM. Materi ini dirancang agar UMKM memahami hak dan kewajiban perpajakan sekaligus memanfaatkan insentif yang tersedia.

Target Jangka Panjang: Komoditas Perkebunan Sebagai Penggerak Ekonomi

BPDP dan Kanwil DJPB Kalimantan Utara berkomitmen menjadikan SINARA FEST sebagai platform kolaboratif berkelanjutan. Target jangka panjang menciptakan ekosistem perkebunan yang lebih kuat, inovatif, dan berdaya saing dengan menempatkan sawit, kelapa, dan kakao sebagai penggerak utama ekonomi nasional dan regional.

Langkah ini sejalan dengan upaya penguatan nilai tambah komoditas perkebunan Indonesia di tingkat global. Dengan melibatkan UMKM dalam setiap tahap rantai nilai, pemerintah berharap dapat meningkatkan kontribusi ekonomi sektor perkebunan terhadap PDB nasional sekaligus memberdayakan pelaku usaha lokal di Kalimantan Utara dan seluruh Indonesia.

Reporter: Redaksi
Back to top